Tebing Tujuh Meter Ambles, Dapur Produksi Ikan Pindang Luluh Lantak Diterjang Longsor

Tebing Tujuh Meter Ambles, Dapur Produksi Ikan Pindang Luluh Lantak Diterjang Longsor
Rumah milik Popi Gantini ambles terbawa longsor saat hujas deras mengguyur wilayah Panjalu Kabupaten Ciamis pada Senin (10/11/2025) sore. (Istimewa/dok pribadi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hujan deras yang mengguyur kawasan Panjalu, Kabupaten Ciamis, pada Senin (10/10/25) sore, berujung pada musibah tanah longsor. Tebing dengan ketinggian sekitar tujuh meter di Dusun Cimendong Blok Kebon Alas, RT. 18 RW. 08, Desa Panjalu, tidak mampu menahan beban dan erosi air, hingga akhirnya ambles dan merobohkan rumah milik Popi Gantini.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu menyebabkan bagian dapur dan produksi rumah Popi luluh lantak. Material tanah, pasir, batu, dan sampah yang terbawa aliran air deras menghantam bangunan tersebut hingga membuat bagian berukuran enam meter kali lima belas meter itu ambruk tak bersisa.

“Saat itu saya sedang memasak ikan pindang di dapur. Tiba-tiba aliran air yang sangat deras membawa material pasir, batu, dan sampah dari jalan langsung menerobos masuk ke rumah. Begitu cepatnya, bangunan dapur dan tempat produksi saya langsung ambruk terbawa longsor,” ujar Popi.

Baca Juga:Tiga Batu Besar dari Atas Tebing Tiba-tiba Longsor, Benarkah Sesar Lembang Mulai Aktif?Usai Longsor, Badan Geologi Rekomendasikan Relokasi Ponpes dan Madrasah di Bandung Barat

Dengan sigap, Popi berhasil menyelamatkan diri keluar dari rumahnya yang sedang diterjang material longsor. Popi selamat namun kerugian material yang harus ditanggungnya tidaklah kecil. Popi memperkirakan kerugiannya mencapai angka Rp 200 hingga 250 juta.

“Ini bukan cuma rumah, tempat produksi ikan pindang saya juga hancur. Semua peralatan dan persiapan produksi ikut tertimbun,” ujarnya.

Usaha yang menjadi tumpuan hidup keluarganya itu kini terpaksa harus berhenti sejenak, menunggu kondisi pulih dan proses pemulihan.

Beruntung, dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Evakuasi dan penyelamatan berjalan relatif cepat karena lokasi kejadian berada di permukiman warga.

Saat ini, petugas gabungan dari instansi terkait bersama-sama dengan warga setempat masih melakukan pembersihan sisa-sisa material tanah longsor.

Pembersihan dilakukan secara manual dan dengan menggunakan alat sederhana. Selain membersihkan, upaya antisipasi juga difokuskan untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Mengingat kondisi tanah di sekitar tebing masih labil dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, kewaspadaan tetap. (CEP)

0 Komentar