Deretan Skandal Bisnis Keluarga Cendana di Era Soeharto, dari Mobil Mewah hingga Monopoli BUMN

Deretan Skandal Bisnis Keluarga Cendana di Era Soeharto, dari Mobil Mewah hingga Monopoli BUMN
Deretan Skandal Bisnis Keluarga Cendana di Era Soeharto, dari Mobil Mewah hingga Monopoli BUMN (Tangkapan layar Instagram @jejaksoeharto)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tepat di Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 2025, Prabowo Subianto menobatkan 10 tokoh menjadi pahlawan nasional termasuk Soeharto.

Dinobatkannya Soeharto sebagai pahlawan nasional oleh Prabowo ini menimbulkan reaksi beragam, terutama beberapa kalangan yang menolaknya dan menilanya tidak layak.

Bukan tanpa alasan, penolakan terhadap penobatan Soeharto sebagai pahlawan didasarkan pada tindakannya selama menjabat sebagai Presiden Indonesia kedua.

Baca Juga:Klaim Amplop DANA Kaget, Menangkan Saldo Gratis Rp100.000, Langsung Masuk ke Akun5 Larangan Ketat Zaman Orde Baru di Bawah Soeharto, Bikin Rakyat Serasa Hidup di Bawah Tekanan?

Selain itu, namanya memang tak pernah lepas dari kontroversi bahkan juga termasuk anggota keluarganya yang dikaitkan dengan berbagai skandal bisnis besar yang mencerminkan praktik nepotisme dan penyalahgunaan kekuasaan.

Selama masa kekuasaannya, Keluarga Cendana sebagai julukan bagi lingkaran keluarga inti Soeharto, mendominasi berbagai sektor ekonomi di Tanah Air.

Sebagaimana dikutip dari buku berjudul Biografi Daripada Soeharto, berikut adalah beberapa skandal bisnis yang pernah menyeret nama Soeharto dan keluarganya.

1. Kasus Mobil Mewah Ibu Tien Soeharto

Pada era 1970-an, Siti Hartinah atau Tien Soeharto, istri presiden, sempat terseret dalam kasus impor mobil mewah.

Saat itu, Jenderal Hoegeng yang menjabat sebagai Kapolri mengungkap adanya praktik ilegal yang melibatkan pengusaha Robby Tjahjadi dan dugaan keterlibatan Ibu Tien.

Namun, alih-alih kasus tersebut dituntaskan, Hoegeng justru diberhentikan dari jabatannya, dan kasusnya menguap begitu saja.

Peristiwa ini menjadi salah satu contoh bagaimana kekuasaan keluarga Soeharto mampu mengintervensi penegakan hukum.

2. Tommy Soeharto dan Bisnis Humpuss

Baca Juga:Prabowo Resmi Tetapkan Gelar Pahlawan Nasional ke 10 Sosok Ini, Siapa Saja?Jika Lolos Fase Grup ACL Two, Persib Bandung Bakal Kedatangan Pemain Lokal Top, Siapa?

Memasuki tahun 1980-an, anak-anak Soeharto mulai aktif di dunia bisnis. Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, menjadi salah satu yang paling menonjol.

Bersama sang kakak, Sigit Harjojudanto, ia mendirikan kelompok usaha Humpuss pada tahun 1984.

Berbekal pengaruh besar sang ayah, Tommy dengan mudah menguasai sejumlah proyek penting BUMN, termasuk kontrak distribusi minyak dan gas milik Pertamina.

Keterlibatan Humpuss dalam proyek strategis negara inilah yang kemudian menuai tudingan monopoli dan kolusi.

3. Bambang Trihatmodjo dan Imperium Bimantara

Tak mau kalah dari saudaranya, Bambang Trihatmodjo juga mendirikan perusahaan besar bernama Bimantara Group pada tahun 1982.

Bisnis ini merambah banyak sektor, mulai dari properti, hotel, infrastruktur, hingga perdagangan ekspor-impor.

0 Komentar