Menara Boiler di Pembangkit Listrik Ulsan Roboh, Lima Pekerja Masih Hilang

Menara Boiler di Pembangkit Listrik Ulsan Roboh, Lima Pekerja Masih Hilang
Ilustrasi pembangkit listrik (SUMBER FOTO: Freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah insiden tragis terjadi di Ulsan, Korea Selatan, pada Kamis siang ketika menara boiler di pembangkit listrik tenaga uap milik Korea East-West Power Co. runtuh dan menyebabkan tujuh pekerja terjebak di lokasi.

Hingga malam hari, lima di antaranya masih belum ditemukan, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi tidak mengancam jiwa.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.00 waktu setempat (12.00 WIB) di fasilitas pembangkit yang tengah dalam proses pembongkaran menggunakan bahan peledak.

Baca Juga:Bupati Kang DS Resmikan Kerja Sama Pemkab Bandung dan Pemkot Serang dalam Pasokan Cabai dan BawangHarga Emas Perhiasan Hari Ini, Kamis 6 November 2025: Cek Daftar Lengkap Berdasarkan Kadar dan Toko

Otoritas setempat segera mengerahkan tim penyelamat, dan operasi evakuasi masih terus berlanjut hingga malam dengan bantuan lampu sorot untuk pencarian korban di antara reruntuhan.

Petugas pemadam kebakaran melaporkan bahwa beberapa korban terjepit di bawah puing dan tanah, sehingga mereka harus menggali area tersebut untuk menciptakan ruang penyelamatan.

Seorang pejabat mengatakan, tim sedang mempertimbangkan untuk mengangkat sebagian struktur yang runtuh agar proses evakuasi bisa dipercepat.

“Kami berupaya mengevakuasi korban yang telah ditemukan, dan mempertimbangkan untuk mengangkat atau membongkar struktur yang runtuh guna menemukan korban lainnya secepat mungkin,” ujarnya.

Menara yang roboh memiliki tinggi sekitar 60 meter dan merupakan bagian dari fasilitas yang sudah tidak beroperasi sejak tahun 2022. Pembangkit listrik ini pertama kali dibangun pada 1981 dan sempat menyuplai sekitar 15 persen kebutuhan listrik nasional pada awal 1980-an.

Menanggapi insiden ini, Presiden Lee Jae Myung memerintahkan pengerahan penuh sumber daya dan personel untuk menyelamatkan korban serta memastikan keselamatan tim penyelamat.

Ia menekankan pentingnya mencegah kecelakaan tambahan selama operasi berlangsung. Perdana Menteri Kim Min-seok juga memberi instruksi serupa kepada Kementerian Dalam Negeri, kepolisian, dan pemadam kebakaran untuk mendukung penanganan darurat di lokasi kejadian.*

0 Komentar