Sementara itu, di Kampung Kebon Kelapa, Desa Kertajaya, angin kencang disertai hujan deras menyapu atap-atap rumah warga.
“Kami menerima laporan sejumlah atap rumah beterbangan. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan ringan,” tambahnya.
Di Kecamatan Cipatat, hujan deras juga memicu longsor di Kampung Cihalimun, Desa Gunung Masigit. Sedikitnya empat rumah warga dilaporkan terancam akibat pergerakan tanah di lereng bukit yang berada tak jauh dari permukiman.
Baca Juga:Bellingham Cetak Sejarah Baru di Liga Champions, Lewati Rekor Legenda Real MadridCristiano Ronaldo Jagokan Arsenal Juara Premier League Musim Ini!
Asep menegaskan, Pemkab Bandung Barat telah menetapkan status siaga bencana hingga April 2026 mendatang. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana di sepanjang musim penghujan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan TNI-Polri untuk memantau kondisi lapangan serta menyiagakan peralatan tanggap darurat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak abai terhadap tanda-tanda awal bencana, seperti munculnya retakan tanah, suara gemuruh di lereng, atau saluran air yang mendadak keruh.
“Kalau ada tanda-tanda seperti itu, segera lapor ke aparat desa atau posko BPBD. Jangan menunggu sampai terjadi longsor,” katanya.
Hingga kini, BPBD lanjut dia, masih terus melakukan asesmen dan pendataan terhadap warga terdampak, sekaligus menyalurkan bantuan darurat berupa terpal, logistik, dan perlengkapan evakuasi.
“Sementara itu, petugas gabungan dibantu warga masih berjibaku membersihkan material longsor di beberapa titik agar akses warga bisa kembali normal,” pungkasnya. (Wit)
