Irjen Pol Rudi Setiawan Resmi Menyandang Gelar Doktor di UNAIR

rjen Pol Rudi Setiawan, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar), resmi meraih gelar Doktor dari Un
rjen Pol Rudi Setiawan, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar), resmi meraih gelar Doktor dari Universitas Airlangga (Unair) setelah sidang disertasi terbuka pada tanggal 3 November 202
0 Komentar

Kondisi itu membuat Rudi tertarik menyelami pengalaman polisi sebagai individu yang bertugas di Mesuji. Daerah yang sarat akan konflik dan kekerasan. Ada 20 polisi yang menjadi subjek penelitian Rudi. Dari sana, ia kemudian menggunakan pendekatan teori Fenomenologi yang digagas Albrecht Husserl.

”Saya ingin menyelami masalah ini dengan pendekatan pelaku. Bukan orang luar. Dalam hal ini, polisi itu sendiri,” ucap alumnus Akpol 1993 itu.

Rudi, tak lama menjelaskan paparan disertasinya. Tak sampai setengah jam. Lelaki kelahiran 9 November 1968 itu pun sedikit lega. Tapi itu hanya sesaat. Sebelum brondong demi brondong pertanyaan muncul dari sepuluh penanggap yang menguliti disertasinya.

Baca Juga:Ulang Tahun APSIFOR ke-18: Inspirasi Billy Martasandy untuk Generasi Psikolog MudaBuka Suara Isu OTT, Wawalkot Tegaskan hanya Sebagai Saksi

Di antaranya datang dari co-promotornya sendiri: Daniel Theodore Sparringa. ”Bapak menyelesaikan studi ini, sekitar selama lima tahun. Apa yang bapak rasakan ?,” tanya Daniel.

Rudi mengakui, selama penelitian itu, Ia mendapat banyak informasi. Di antaranya soal konflik lahan yang terus menghantui dan membuat petugas kepolisian resah. Ada yang ingin segera dipindah tugaskan dengan berbagai cara. Ada pula yang bertahan dengan terus melakukan adaptasi.

Misalnya soal polisi yang ditugaskan di wilayah itu mencoba menjajal untuk betah. Dengan cara membaur dengan masyarakat sekitar. Dari 20 polisi yang menjadi subjek penelitiannya, 17 polisi menikah dengan orang Mesuji. Mereka kemudian mencoba menetap hidup di wilayah tugas itu.

Delapan penanggap sidang terbuka itu rata-rata memberikan apresiasi atas karya Rudi. Di antaranya soal fokus penelitian yang spesifik. Yang jarang ditulis oleh pejabat.

Selama ini, banyak penelitian yang membahas kepolisian hanya fokus pada institusi dan sumber daya manusianya. Namun, yang menulis sisi polisi sebagai individu dalam bertugas sangatlah jarang. ”Dan saya rasa hasil disertasi ini sangat layak. Dan dibuat contoh mahasiswa-mahasiswa S3,” kata Prof. Dr. Drs. Henri Subiakto, sebagai penanggap.

Dalam disertasinya, Rudi memberikan rekomendasi atas temuan-temuannya di lapangan. Salah satunya soal penempatan personel di kepolisian. Yang menurutnya, penempatan tugas tak bisa digeneralisir.

”Misalnya untuk daerah yang dianggap berpotensi konflik tinggi. Perlu ada pelatihan bagi petugas yang ditempatkan di sana,” katanya. Pelatihan yang akan membuat petugas siap dengan lingkungan penempatan. Rudi menyebut, langkah ini penting agar fungsi petugas kepolisian dalam memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat bisa maksimal.

0 Komentar