Keesokan harinya, saldo rekening operasional hanya tersisa sekitar Rp12 juta dari total Rp1 miliar yang sebelumnya tersedia. Pihak yayasan menegaskan kejadian ini mengindikasikan adanya penipuan siber yang memanfaatkan kelengahan dalam menjaga kerahasiaan data perbankan digital.
Melalui unggahan video resmi TikTok yang sempat viral, pihak SPPG menjelaskan bahwa 53 pekerja harus dirumahkan karena dapur tidak lagi bisa beroperasi dan belanja bahan baku.
“Seharusnya anak-anak sangat antusias menunggu makanan dari program Presiden Prabowo, tapi kami tak bisa produksi karena dana terkuras,” ujar salah satu pengurus dalam video tersebut. (Wit)
