JABAR EKSPRES – Genangan air masih merendam pemukiman warga di Kampung Bojongasih, Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, hingga Senin (3/11/2025).
Ketinggian air yang bervariasi antara 30 hingga 120 sentimeter membuat aktivitas warga lumpuh total.
Kepala Desa Dayeuhkolot, Yayan Setiana, mengatakan banjir telah terjadi selama tiga hari berturut-turut dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Baca Juga:Buka Suara Isu OTT, Wawalkot Tegaskan hanya Sebagai SaksiDugaan Penyalahgunaan Kewenangan di Lingkungan Pemkot, Wali Kota Bandung Buka Suara
“Hari ini tanggal 3 November, mungkin hari ketiga banjir di Desa Dayeuhkolot. Dari 14 RW, yang tergenang ada 11 RW. Ketinggian air paling tinggi sekitar 1 meter 20 sentimeter di RW 04,” kata Yayan, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, sekitar 2.000 kepala keluarga terdampak banjir kali ini. Sementara itu, 10 kepala keluarga atau 24 jiwa harus mengungsi ke tempat penampungan yang disediakan pemerintah desa.
“Kemarin sempat surut sekitar 50 sentimeter, tapi karena hujan turun lagi, air kembali naik. Puncaknya sekitar jam 2 dini hari, dan sampai jam 10 pagi tadi air masih terus naik,” jelasnya.
Pemerintah desa, lanjut Yayan, telah menyiagakan sejumlah langkah penanggulangan.
“Kami siapkan jalur evakuasi, logistik untuk pengungsi, dan koordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, serta Puskesmas. Tadi juga ada dua warga yang sakit, alhamdulillah sudah langsung ditangani,” ujarnya.
Sementara itu, warga Bojongasih, Deni (42), mengaku pasrah menghadapi kondisi banjir yang selalu berulang setiap musim hujan.
“Banjir di sini sudah seperti galon isi ulang. Setiap hujan datang, air pasti masuk lagi ke rumah,” keluhnya.
Hal senada disampaikan Yani (37), warga lainnya. Ia mengatakan air mulai naik sejak dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah Bandung Raya.
Baca Juga:ARSHELA PRAWESWURI Wakili Jawa Barat di Ajang INDONESIAN KIDS OF THE YEAR 2025Percepat Penanganan Banjir Semarang-Demak, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Optimalisasi Pompa
“Barang-barang sudah kami taruh di tempat tinggi, tapi tetap khawatir karena hujan belum berhenti,” ucapnya.
Yani berharap pemerintah segera memberikan solusi permanen agar banjir di Bojongasih tidak terus berulang.
“Kami butuh solusi permanen. Kalau cuma disedot atau dikasih bantuan sembako, itu tidak menyelesaikan masalah,” tegasnya.
“Kami butuh tindakan nyata, bukan janji. Sudah bertahun-tahun Bojongasih jadi langganan banjir, tapi solusi jangka panjang belum juga terlihat,” tambahnya.
