JABAR EKSPRES – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung, mengaku akan menindak seluruh kelompok geng bermotor yang kerap membuat onar di jalanan. Hal itu disampaikan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono di Bandung, Selasa (28/10/2025)
“Saya ingatkan kepada seluruh kelompok (geng) bermotor manapun yang (masih) berani main-main (membuat onar) di Kota Bandung akan saya sikat. Tidak boleh ada kelompok apapun yang berbuat anarkis ataupun pidana,” ucapnya, Selasa.
Budi mengatakan, dalam memberantas kelompok atau geng motor yang kerap membuat onar tersebut, pihaknya akan terus melakukan patroli secara ketat.
Baca Juga:Pengeroyokan di Jalan Ahmad Yani, 5 Anggota Geng Motor ‘Zestier’ Dibekuk PolisiLagi-Lagi Berulah, Anggota Geng Motor Diamankan Polisi Usai Pengeroyokan Brutal di Cihampelas
“Tim kami akan terus melakukan patroli, dan jika mereka (kelompok bermotor) melakukan (onar), kami akan tangkap dan kami akan proses hingga seberat-beratnya,” ungkapnya.
Maka dari itu, Budi meminta kepada seluruh masyarakat khususnya para pelajar untuk tidak turut serta ke dalam kelompok atau geng motor yang kerap membuat onar di jalanan.
“Kita harus menjaga Kota Bandung supaya tetap aman dan kondusif. Maka dari itu saya ingatkan kepada para pelajar (khususnya) agar tidak ikut-ikutan kelompok-kelompok bermotor yang (sering) melakukan iring-iringan tidak jelas dan akhirnya melakukan tindakan pidana,” pungkasnya.
Sebelumnya, Polrestabes Bandung melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), berhasil membekuk membekuk 5 orang pelaku pengeroyokan di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (25/10) kemarin sekitar pukul 00.30 WIB, tepat di depan Gym FTL, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, menurut Budi, 5 orang pelaku yang tergabung kedalam kelompok bermotor “Zestier” tersebut, diamankan setelah melakukan pengeroyokan kepada 3 orang korban berinisial RBR, ODP, dan JP.
“Kejadiannya adalah pada saat kelompok bermotor tersebut (Zestier) melaksanakan kegiatan iring-iringan, dan pada saat melewati Gym FTL di Jalan Ahmad Yani, Batununggal, melihat security dari Gym tersebut sendang berdiri. Lalu kelompok tersebut tidak terima karena merasa dilihat, sehingga putar balik, dan langsung melakukan penganiayaan kepada security tersebut dan orang yang berada di tempat Gym tersebut,” ucapnya. (San)
