Mereka yang Berdiri di Antara Sorak dan Sunyi: Kisah Steward, Penjaga Denyut Sepak Bola Indonesia

Mereka yang Berdiri di Antara Sorak dan Sunyi: Kisah Steward, Penjaga Denyut Sepak Bola Indonesia
Steward berjaga di sisi lapangan saat laga Persib Bandung melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Senin (27/10). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Adrenalin kami sama seperti pemain. Bedanya, kalau mereka fokus pada bola, kami fokus pada manusia.” ungkapnya.

Menjadi steward bukan hanya soal fisik. Mereka harus mampu berkomunikasi dengan cepat, empati, dan tetap tenang dalam tekanan. Satu kalimat yang salah bisa memicu keributan; satu gestur yang tepat bisa meredam kerumunan.

Mereka belajar tentang psikologi massa, arah angin, bahkan tentang “bahasa stadion”, tanda-tanda tak kasat mata yang hanya dimengerti mereka yang berdiri cukup lama di tengah lautan manusia.

Baca Juga:Main dengan 10 Pemain, Persib Tetap Taklukkan Persis di GBLAAmankan Laga Persib vs Persis Solo, Ribuan Personel Dikerahkan Polrestabes BandungĀ 

“Kadang kami harus menegur dengan senyum. Kadang harus menenangkan dengan gestur. Kami bukan penjaga, kami pengatur suasana,” ujar Ruslan sambil tersenyum.

Musim ini, penyelenggaraan BRI Super League berjalan relatif kondusif. Tidak ada insiden besar, tidak ada chaos pascalaga. Banyak pihak memuji peningkatan standar keamanan dan manajemen stadion. Tapi bagi para steward, pujian bukan tujuan.

Tujuan mereka sederhana: semua orang bisa pulang dengan aman. Anak-anak bisa tetap memegang balon klubnya, orang tua bisa tersenyum saat turun dari tribun, dan pemain bisa melambaikan tangan tanpa ketakutan.

Itu sebabnya, meski sering luput dari headline, para steward terus berdiri di garis terluar, di antara sorak dan sunyi, menjaga agar pertandingan tetap menjadi pesta, bukan tragedi.

Sepak bola modern sering menghitung segalanya: jumlah gol, assist, bahkan kecepatan lari. Tapi tidak ada statistik yang mencatat berapa banyak benturan yang berhasil dicegah, atau berapa langkah cepat steward menyelamatkan penonton yang tersesat di lorong stadion.

Namun jika sepak bola adalah panggung besar, maka mereka adalah panggung yang membuat segalanya bisa terjadi.

Satu hari nanti, mungkin nama mereka takkan tertera di koran olahraga, tapi tanpa mereka, halaman itu takkan pernah bisa dicetak. (Dam)

0 Komentar