JABAR EKSPRES – Seorang siswa SMA di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditangkap polisi setelah diduga merudapaksa dan menelantarkan teman perempuannya di kawasan Parongpong.
Kasus ini mencuat setelah warga menemukan korban dalam kondisi nyaris telanjang dan tak sadarkan diri di area semak belukar.
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku yang masih berstatus pelajar.
Baca Juga:Polisi Dalami Korban Lain dari Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Panyileukan Bandung Parah! Selain Jadi Tempat Pimpinan Lancarkan Kekerasan Seksual, Ponpes Sinatria Qurani Juga Tak Berizin
“Benar, pelaku sudah kami tangkap. Statusnya ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum),” kata Teguh saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2025).
Menurut Teguh, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa pelaku dan korban saling mengenal. Keduanya diketahui sempat pergi bersama sebelum korban ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan.
“Dia ini teman korban, jadi memang sudah saling kenal. Namun kami masih mendalami kronologi lengkap kejadian malam itu,” ujarnya.
Teguh menegaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku maupun sejumlah saksi. Polisi juga menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memperkuat bukti dugaan tindak kekerasan seksual.
“Semua kami proses sesuai prosedur hukum yang berlaku, termasuk pendampingan khusus karena pelaku masih di bawah umur,” tambahnya.
Hingga kini, penyidik masih berupaya mengurai rentetan kejadian sebelum korban ditemukan. Berdasarkan keterangan sementara, pelaku dan korban sempat menghabiskan waktu bersama di sekitar wilayah Parongpong sebelum peristiwa terjadi.
Namun bagaimana pertemuan itu berakhir menjadi tragedi, masih dalam penyelidikan. Polisi menduga korban sempat ditinggalkan oleh pelaku setelah mengalami kekerasan seksual.
Baca Juga:Kasus Kekerasan Seksual oleh Pimpinan Ponpes di Bandung Berlanjut, LBH PUI Tuntut Hukuman Mati Balita di Bandung Barat Jadi Korban Dugaan Kekerasan Seksual, Pelaku Berusia 51 Tahun Ditangkap Polisi
“Kami akan pastikan dulu sejauh mana peran pelaku. Apakah benar pelaku yang melakukan, atau ada pihak lain yang terlibat. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan visum,” pungkas Teguh.
Diketahui peristiwa itu bermula pada Sabtu (20/9/2025) malam, di kawasan Kampung Citiis, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong. Sekitar pukul 19.30 WIB, dua warga setempat, Arief dan Neng Kusniati, mendengar gonggongan anjing yang tidak biasa di kebun belakang rumah mereka.
Rasa penasaran membuat keduanya mendekat ke sumber suara. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan seorang gadis remaja tergeletak di semak belukar dalam keadaan tanpa busana dan tidak sadarkan diri.
