“Saya tidak tahu kalau bansos saya masih ada dan bisa dicairkan setiap turun bantuan, soalnya dulu waktu pindah, kartua bansosnya diambil katanya karena sudah tidak mendapat bantuan lagi,” kata Icah, Minggu (26/10/2025).
Sementara itu, atas temuan ini, keluarga Icah menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban penuh dari Pemerintah Desa (Pemdes) Dewasari. Mereka menyoroti peran Kepala Dusun yang saat itu menyampaikan bahwa ‘bantuan Mak Icah mah ieu nu terakhirnya, kartuna bade dicandak deui,’ (Bantuan Bu Icah ini yang terakhir, kartunya akan diambil lagi).
Keluarga yang saat itu tidak paham prosedur hanya mengiyakan. Kini, setelah mengetahui bansos ternyata masih cair, keluarga merasa dikhianati. “Saya pun syok, kok bisa pihak desa berbuat seperti itu. Padahal kan bisa dikomunikasikan, karena memang betul ibu saya sudah tidak tinggal di Dewasari lagi. Kalau sudah seperti ini, saya menuntut minta keadilan dan tanggungjawab kepada pihak terkait. Saya takut ada korban yang sama seperti ibu saya,” ungkap salah satu keluarga Icah. (CEP)
