Pawai Kendaraan Hias di Bandung, Polisi Siapkan Pengamanan Ekstra di Beberapa Titik

Pawai Kendaraan Hias di Bandung, Polisi Siapkan Pengamanan Ekstra di Beberapa Titik
Ilustrasi: Petugas kepolisian mengatur lalu lintas di Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Bandung melalui jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas), mengaku akan melakukan pengamanan ekstra di beberapa titik saat pawai kendaraan hias berlangsung.

Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke- 215 ini, menurut Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Wahyu Pristha Utama, akan ada beberapa titik atau ruas jalan yang akan dilalui oleh pawai kendaraan hias tersebut.

“Jadi nanti malam akan ada kegiatan pawai kendaraan hias dalam rangka HUT Kota Bandung ke- 215. Yang mana nanti rencananya, akan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, start dari Balaikota Bandung menuju Lapangan Tegalega,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (25/10).

Baca Juga:10 Twibbon Hari Jadi Kota Bandung 2025 Jadi Tren di Tengah Pawai Kendaraan Hias BandungJelang Munaslub AAI Kota Bandung Gelar RAC

Guna mengamankan pawai kendaraan hias tersebut, Wahyu mengaku bahwa jajarannya telah menyiapkan sejumlah pola pengamanan di beberapa titik yang akan dilalui oleh kendaraan hias seperti Jalan Wastukencana – Aceh, Merdeka – Perintis Kemerdekaan – Braga – Singaraja – Otista – Lapangan Tegalega.

“Tentunya jalur ini akan padat dan lain sebagainya. Sehingga nanti kami akan kolaborasi dengan Dishub dan beberapa instansi terkait, akan melaksanakan pengamanan secara fleksibel berdasarkan pengamatan anggota di lapangan,” ucapnya.

Wahyu menyebut, untuk jumlah personel yang diturunkan kali ini sekitar 260 petugas hanya yang meliputi jajaran Satlantas, Sabhara Polrestabes Bandung, Polsek-polsek, hingga beberapa instansi terkait.

“Untuk jumlah kendaraan hiasnya kurang lebih sekitar 60 kendaraan. Jadi kami imbauan pada jalur-jalur tadi (yang akan dilalui pawai kendaraan hias) kalau bisa dihindari, karena pasti akan terjadi penumpukan dan rekayasa (lalu lintas) sementara,” pungkasnya.(San).

0 Komentar