JABAR EKSPRES – Indonesia sangat minim edukasi tentang tehnik kompresi jantung luar atau yang dikenal juga dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau istilah medisnya Cardiopulmonary Resuscitation (CPR).
Padahal tehnik ini sangat penting dikuasai banyak orang untuk memberikan pertolongan pertama pada kasus pasien henti jantung.
Mengingat tingginya angka kematian akibat kasus henti jantung ini di Indonesia, sehingga penting sekali mempelajari tehnik RPJ yang benar.
Baca Juga:Masih Amankah Daftar Aplikasi VIR Sekarang? Bisa Gajian Tiap Minggu Hanya dari Foto sampahLine Up Mama Awards 2025 Day 1 dan Day 2, Ada CORTIS, Alpha Drive One, ENHYPEN Hingga G-Dragon
Kompresi jantung luar atau bantuan hidup dasar merupakan pertolongan pertama yang bisa menjadi salah satu langkah menyelamatkan pasien henti jantung di ‘waktu emas’ yakni 3 menit pertama.
Jika pertolongan lebih dari 3-5 menit tidak segera diberikan, peluang untuk bertahan hidup akan semakin menurun, dengan kematian biologis dapat terjadi setelah 8-10 menit.
Meski saat ini sudah ada alat medis portable untuk mengembalikan irama jantung normal yang disebut Automated External Defibrillator (AED), namun tidak semua orang bisa menggunakannya.
Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah Brawijaya Hospital Dr dr M Yamin, mengungkapkan idealnya untuk tempat-tempat umum seharusnya memiliki alat Automated External Defibrillator (AED). Karena menurut dr M Yamin, kebanyakan kasus henti jantung ditemukan di tempat umum, dibanding rumah sakit.
Alat ini menganalisis detak jantung secara otomatis dan memberikan kejutan listrik agar jantung kembali berdetak.
Apabila AED tidak ditemukan di dekat pasien, dr Yamin mengungkap ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, adalah memeriksa apakah pasien yang terjatuh atau pingsan masih memberi respons.
“Dipanggil namanya, digoyang-goyang. Kalau dia nggak respon, kita raba nadinya di leher atau di tangan. Kalau tidak ada nadi, berarti jantung tidak berdenyut. Nah, kita lakukan kompresi jantung luar,” ujar dr Yamin ketika dikutip dari detikcom di Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2025).
Baca Juga:Modal Rp450.000 Bisa Gajian Tiap Minggu, Sampai Kapan Investasi di Aplikasi VIR Bisa Balik Modal?Harga Emas Antam Turun Drastis, Hari ini Anjok Jadi Rp2.310.000 Per gram
dr M Yamin menjelaskan cara untuk melakukan kompresi jantung luar tersebut, yakni dengan meletakkan kedua tangan di area dada, biasanya sepertiga tulang dada ke bawah, untuk melakukan hand compressed. Kemudian genjot dengan tangan lurus, dengan beat sekitar 100 kali per menit.
Cara ini dilakukan dengan menekan dada secara berulang untuk memompa darah ke seluruh tubuh saat jantung berhenti berdetak.
