Banjir Kepung Kabupaten Bandung! Tiga Kecamatan Terendam, Air Capai 90 Sentimeter

Warga membawa tabung gas elpiji melintasi banjir yang menggenangi permukiman di Kampung Bojongasih, Dayeuhkol
Warga membawa tabung gas elpiji melintasi banjir yang menggenangi permukiman di Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (24/10). Hujan yang mengguyur Bandung Raya pada Kamis (23/10) mengakibatkan beberapa kampung di Desa Dayeuhkolot terendam air luapan Sungai Citarum setinggi 40 cm. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Selain itu, BPBD juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan.

“Warga harus memastikan saluran air tidak tersumbat sampah. Siapkan tas siaga yang berisi dokumen penting dalam wadah kedap air,” tutur Wahyudin.

Ia menambahkan, masyarakat juga diharapkan segera melakukan evakuasi jika air mulai meninggi.

Baca Juga:Konser “The Journey Continues by Aloka", Peterpan Berhasil Bawa Euforia Generasi ke GenerasiGubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah

“Kalau sudah darurat, segera evakuasi. Jangan menunggu air tinggi, karena itu yang sering menyulitkan petugas di lapangan,” imbuhnya.

Tak hanya untuk daerah rawan banjir, Wahyudin juga mengingatkan masyarakat di wilayah perbukitan untuk mewaspadai potensi longsor.

“Di daerah hulu seperti Kertasari dan Pacet, kemiringan di atas 40 persen tidak boleh ditanami tanaman semusim. Harus tanaman keras supaya tanahnya kuat menahan air,” jelasnya.

Ia menegaskan, penanganan bencana seperti banjir dan longsor tidak bisa dilakukan secara sektoral.

“Masalah bencana itu tidak berbasis batas wilayah. Banjir Dayeuhkolot misalnya, pasti berdampak juga ke Kota Bandung dan Bandung Barat, karena hulunya ada di wilayah atas seperti Cikapundung,” pungkas Wahyudin.

0 Komentar