Sempat Tuai Kontroversi, Kebijakan Barak Militer hingga Rombel Dedi Mulyadi Redup di Tengah Jalan

Sempat Tuai Kontroversi, Kebijakan Barak Militer hingga Rombel Versi Dedi Mulyadi Redup di Tengah Jalan
Ilustrasi berbagai kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di sektor pendidikan yang meredup di tengah jalan. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

Asep menerangkan, perlunya setiap anak sekolah diberikan fasilitas internet yang memadai, guna mendukung tugas dan kegiatan belajar.

Pemenuhan fasilitas akses internet yang dimaksudkan itu, tak terbatas hanya di lingkungan sekolah saja, melainkan juga harus tersedia di setiap wilayah.

“Di masing-masing lingkungan rumah tangga, lingkungan kompleks. Sehingga kalau anak-anak itu diharuskan tidak keluar malam, itu bisa bermain video di lingkungan tidak perlu keluar jauh,” terangnya.

Baca Juga:Polemik Utang Whoosh hingga Adanya Pembengkakan Biaya, Komisi V DPR: Harus Dikaji Ulang!Ikuti Arahan Presiden, Purbaya Bakal Tambah Dana LPDP Rp13 Triliun

“Nah, beda kalau kita melarang untuk jam malam, anak-anak tidak boleh keluar, tetapi tidak difasilitasi untuk kebutuhan. Itu kan jadi kekurangan juga,” lanjut Asep.

Menurutnya, dari kebijakan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang pengaplikasiannya tak semeriah di awal aturan ditetapkan, karena daya dukung pelaksana di lapangan dinilai kurang maksimal.

“Pelaksana di lapangan ini yang seharusnya mampu meneruskan atau melanjutkan program agar dapat konsisten, sehingga terlihat efeknya,” ujar Asep.

Semula penerapan jam malam dilakukan dengan berpatroli gabungan, antara Satpol PP, Polisi hingga TNI di sektor kecamatan yang menyisir ke setiap lingkungan desa/kelurahan.

Sementara itu, melalui pengamatan Jabar Ekspres di lapangan, tak semua wilayah konsisten menerapkan sistem pembatasan jam malam bagi pelajar.

Tidak konsistennya penerapan kebijakan Gubernur Jabar, menurut pengakuan beberapa petugas level sektor kecamatan, karena tak adanya dukungan operasional bagi pelaksana di lapangan.

“Kebijakan Gubernur Jabar itu sebagai landasannya. Penerapan dan keberlanjutan harus bisa dilakukan oleh petugas di lapangan, apapun aturan dan arahannya,” pungkas Asep. (son/bas/yan)

INFO GRAFIS

Data Siswa SMA/SMK dan SLB di Jabar

SMA Negeri 577.822 siswaSMK Negeri 367.960 siswaSLB Negeri 9.602 siswa

SMA Swasta 288.648SMK Swasta 657.399SLB Swasta 20.896

Jumlah Sekola Negeri di Jabar:

SMA: 522 SMK: 289 SLB: 59

Jumlah Sekolah Swasta di Jabar:

SMA: 1.336SMK: 2.619SLB: 338

Data Siswa Ikut Program Barak Militer

Baca Juga:Sertifikasi Halal Jadi Nilai Tambah Produk UMK, Benarkah?Bahlil Lelang Gunung Lawu Viral di Sosial Media, Begini Kata ESDM

* Angkatan I : 273 siswa* Angkatan II : 103 siswa* Angkatan III : 57 siswa* Angkatan IV : 40 siswa

Anggaran Program Barak Militer

* APBD 2025 Rp6 Miliar: Untuk honor pelatih, seragam, hingga makan dan minum* APBD 2025 Perubahan, tidak ada / melanjutkan APBD Murni* APBD 2026 diusulkan Rp10 miliar

0 Komentar