Air Cimahi Tercemar, Warga Berinovasi dengan Membuat Sumur Sendiri

Air Cimahi Tercemar, Warga Berinovasi dengan Membuat Sumur Sendiri
Ilustrasi air tercemar di Kota Cimahi. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di kota yang kian padat ini, air bersih menjadi kemewahan yang menipis. Di balik gemuruh pembangunan, sungai-sungai Cimahi diam-diam menjerit.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan, selama tiga tahun terakhir kualitas air di Cimahi berada pada kategori tercemar berat sebuah tanda bahaya yang tak bisa lagi diabaikan.

Ario Wibisono, Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan DLH Kota Cimahi, menyebut persoalan air di Cimahi bersifat lintas wilayah.

Baca Juga:Ketergantungan pada Sumur Artesis, Tanda Layanan Air Bersih Cimahi Belum MerataPerkuat Layanan, Perumda Tirta Anom Gandeng Investor untuk Revitalisasi Jaringan Air Bersih

“Masalah air di Cimahi tidak bisa diselesaikan sendirian. Karena aliran sungainya terhubung ke Bandung, Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung, kami harus bergerak bersama,” ujarnya, Selasa (21/10/25).

DLH Cimahi bersama KLHK dan Pemprov Jawa Barat kini tengah menyusun Rencana Strategi dan Aksi Perlindungan serta Pengelolaan Kualitas Air yang akan menjadi panduan bersama memperbaiki mutu air.

Fokusnya pada pengawasan industri pencemar, penataan lahan hulu, pembangunan IPAL, dan edukasi masyarakat.

“Kalau tren ini terus membaik, Cimahi bisa naik status dari tercemar berat menjadi tercemar sedang,” kata Ario.

Dia menegaskan, air masih bisa dikonsumsi jika diolah dengan benar, namun kesadaran higienitas warga masih perlu ditingkatkan.

Sementara pemerintah berjuang menyehatkan sungai, warga justru berinovasi menyelamatkan diri dari krisis air bersih. Melalui Kelompok Pengelola dan Pemanfaat Air (KP2A), mereka membangun sumur artesis swadaya di tengah terbatasnya layanan pemerintah.

Di tengah keterbatasan, dua kekuatan kini bergerak bersamaan, pemerintah yang menata ulang ekosistem air, dan warga yang menegakkan kemandirian.

Baca Juga:Atasi Kekeringan di SMP Negeri 2 Citeureup, BPBD Bogor Salurkan Air BersihBRI melalui YBM BRILiaN Salurkan Zakat untuk Air Bersih dan Pendidikan di Jawa Barat

“Kolaborasi ini harus dijaga. Bukan hanya demi data, tapi demi keberlanjutan hidup masyarakat Cimahi,” tutup Ario.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyebut inisiatif warga ini menjadi penopang penting.

“Kalau mengandalkan pemerintah saja akan terbatas. Dengan adanya sumur artesis yang dikelola masyarakat, itu sangat membantu Pemkot Cimahi dalam pemenuhan air bersih,” ujarnya.

Kini terdapat 47 titik sumur artesis aktif di Cimahi yang mendapat pendampingan teknis dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

0 Komentar