Salah satu cara klasik situs scam untuk meyakinkan calon korban adalah dengan menampilkan sertifikat palsu. Opalp juga menampilkan sertifikat yang mengatasnamakan ASIC (Australian Securities and Investments Commission).
Namun, setelah ditelusuri, sertifikat tersebut tidak membuktikan izin untuk beroperasi sebagai exchange kripto, melainkan hanya registrasi umum perusahaan.
Dalam sistem keuangan Australia, izin exchange kripto sah hanya bisa diterbitkan oleh AUSTRAC, dan setelah dicek, nama Opalp tidak muncul dalam daftar resmi AUSTRAC. Artinya, sertifikat tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk membuktikan legalitas.
Baca Juga:Apakah iPhone 17 Layak Dibeli di Tahun 2025? Ini AlasannyaLink Video Rekaman CCTV Viral Timothy Anugerah Saputra Lompat di Gedung, Ada Versi Fullnya?
Selain legalitas yang meragukan, grafik harga dan sinyal trading di situs Opalp juga patut dicurigai. Data harga yang ditampilkan sering tidak sesuai dengan CoinMarketCap, platform terpercaya yang menampilkan data resmi semua aset kripto di dunia.
Hal ini menandakan adanya kemungkinan manipulasi grafik dan sinyal trading untuk menipu pengguna agar percaya bahwa mereka sedang mendapatkan keuntungan besar.
Dari berbagai temuan di atas, jelas bahwa Opalp Exchange bukan aplikasi penghasil uang yang aman, melainkan platform berisiko tinggi yang berpotensi scam.
Ciri-cirinya sangat mirip dengan skema Ponzi, mulai dari sistem undangan, deposit besar, hingga sertifikat palsu.
Jika Anda ingin berinvestasi atau trading kripto, sebaiknya gunakan platform yang terdaftar resmi dan diawasi oleh otoritas keuangan, seperti Indodax, Pintu, Tokocrypto, Binance, atau Coinbase.
Jangan tergiur oleh janji profit besar yang tidak masuk akal dari aplikasi yang belum jelas legalitasnya.
