Benarkah Aplikasi Opalp Exchange Trading Crypto Penghasil Uang? Ini Faktanya

Benarkah Aplikasi Opalp Exchange Trading Crypto Penghasil Uang? Ini Faktanya
Benarkah Aplikasi Opalp Exchange Trading Crypto Penghasil Uang? Ini Faktanya
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Belakangan ini, nama Opalp Exchange atau Opu.com ramai dibicarakan di media sosial. Platform ini diklaim sebagai situs trading kripto penghasil uang yang menjanjikan keuntungan tinggi bagi para penggunanya. Namun, benarkah aplikasi ini benar-benar bisa menghasilkan uang, atau justru hanya modus baru penipuan berkedok investasi kripto?

Opalp Exchange mengklaim dirinya sebagai platform trading aset digital dengan berbagai fitur seperti copy trading, staking, hingga market kripto yang terlihat profesional. Namun, setelah ditelusuri, tampilan situsnya justru sangat mirip dengan sejumlah website investasi bodong yang sebelumnya sudah terbukti scam, seperti Red Ford dan MG Adventures.

Desainnya memang terlihat rapi, tetapi tidak disertai dengan informasi dasar yang penting seperti alamat perusahaan, nomor telepon, email resmi, atau tautan media sosial. Padahal, elemen-elemen tersebut wajib dimiliki oleh platform trading legal.

Baca Juga:Apakah iPhone 17 Layak Dibeli di Tahun 2025? Ini AlasannyaLink Video Rekaman CCTV Viral Timothy Anugerah Saputra Lompat di Gedung, Ada Versi Fullnya?

Jika Anda mencoba mencari informasi tentang Opalp Exchange di Google, hasilnya hampir tidak ada. Situs ini minim data publik dan tidak memiliki pemberitaan resmi dari media terpercaya.

Lebih parah lagi, situs ini tidak mencantumkan izin operasional atau nomor registrasi legal, baik dari lembaga dalam negeri maupun luar negeri.

Padahal, platform trading kripto yang legal di Indonesia wajib terdaftar di Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Sementara untuk yang beroperasi di luar negeri, biasanya terdaftar di regulator resmi seperti AUSTRAC di Australia atau FinCEN di Amerika Serikat.

Sayangnya, Opalp tidak terdaftar di lembaga manapun.

Beberapa pengguna di forum seperti Reddit dan grup Facebook melaporkan bahwa untuk bisa menggunakan Opalp, pengguna baru diwajibkan mengundang orang lain dan melakukan deposit minimal sebesar 100 dolar AS (sekitar Rp1,6 juta) agar akunnya tidak diblokir.

Sistem seperti ini sangat identik dengan skema piramida atau Ponzi, di mana keuntungan hanya didapat dari uang anggota baru, bukan dari hasil trading sesungguhnya.

Artinya, aplikasi ini hanya akan terus berjalan selama masih ada orang yang bergabung dan menyetor uang. Begitu pengguna baru berhenti datang, sistemnya akan runtuh dan situsnya berpotensi menghilang bersama dana para investor.

0 Komentar