Ia menegaskan bahwa pihak sekolah telah bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.
“Kami sangat berduka cita atas kejadian ini. Saat ini semua sudah ditangani pihak berwajib,” ujarnya.
Menurut Sukatno, empat guru dan lima siswa telah diperiksa sebagai saksi di Polres Grobogan.
Baca Juga:Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Oktober 2025, Klaim Skin Starlight Flame Lotus Yve Gratis Sebelum HabisDapatkan Saldo DANA Gratis hingga Rp500 Ribu Cuma Bermain Game, Cek Caranya
“Kami diperiksa secara terpisah. Para siswa juga didampingi orang tua masing-masing,” jelasnya.
Kepolisian mengungkap fakta baru bahwa ABP sempat terlibat dua kali perkelahian pada hari yang sama sebelum meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menjelaskan korban sempat berkelahi dengan satu siswa pada pagi hari, lalu dengan siswa lain pada siang harinya.
“Pada perkelahian kedua, korban jatuh terlentang dan mengalami kejang. Ia sempat dibawa ke UKS, kemudian ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong,” ujar Artanto.
Polisi telah memeriksa kepala sekolah, beberapa guru, serta dua siswa yang diduga terlibat. “Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam,” tegasnya.
Kasus kematian ABP menambah daftar panjang korban bullying di sekolah yang berujung tragis.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan agar lebih serius dalam mengawasi perilaku siswa dan membangun lingkungan belajar yang aman bagi semua anak.
