Meski belum mendapat dukungan langsung dari pemerintah daerah, Climate Fresk pernah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2023 untuk mengembangkan panduan implementasi untuk satuan pendidikan dan pemangku kebijakan terkait pendidikan perubahan iklim.
Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi komunitas ini dalam mengembangkan pendekatan edukasi iklim di tingkat lokal. “Kami siap membantu pemerintah meningkatkan kapasitas jika diminta,” tambahnya.
Dengan lebih dari 2,3 juta peserta di seluruh dunia dan setidaknya 140 fasilitator di Indonesia, Climate Fresk terus berkembang, termasuk di Bandung, di mana mereka berharap memperluas dampaknya. Dengan ancaman TPA Sarimukti yang akan penuh dan dampak perubahan iklim yang kian nyata, Bandung membutuhkan aksi kolektif segera. Dari individu yang mengompos di rumah hingga kebijakan pemerintah yang mendukung energi bersih dan pengelolaan sumber daya, setiap langkah berarti. “Krisis iklim adalah ancaman nyata, tapi juga peluang untuk bertindak. Mari mulai dari hal sederhana, seperti belanja curah atau menuntut sistem yang lebih baik,” ajak Yobel. (tur)
