Produksi Beras Diprediksi Meningkat, Bulog-Kementan Pastikan Perbaiki Manajeman Penyimpanan

Produksi Beras Diprediksi Meningkat, Bulog-Kementan Pastikan Perbaiki Manajeman Penyimpan Beras
Ilustrasi Pekerja melakukan bongkar muat beras di Gudang Bulog Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Produksi beras di Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan signifikan pada akhir tahun ini. Itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Jakarta, Minggu (12/10) malam.

Menurutnya, peningkatan produksi beras akan terjadi seiring memasuki masa panen raya. Untuk itu, pihaknya mengaku akan memperbaiki manajeman penyimpana agar kualitas beras tetap terjaga.

Alhamdulillah, panen beras itu (diprediksi) meningkat akhir tahun ini akan memasuki masa panen, dan kita akan menyiapkan gudang baru,” ujarnya, dikutip Senin (13/10/2025).

Baca Juga:Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pastikan Distribusi Beras SPHP DimasifkanKemasan 5 Kg Beras SPHP Diklaim Efektif Jaga Kualitas, Benarkah?

Menteri sekaligus Juru Bicara (jubir) Presiden Prabowo Subianto itu juga mengatakan, baik Kementerian Pertanian (Kementan) maupun Bulog tengah sama-sama memperbaiki manajemen penyimpanan, sebelum masa panen tiba.

“Fokus Kementerian Pertanian maupun teman-teman di Bulog bagaimana memperbaiki manajemen penyimpanan dan perlu kita sadari gudang-gudang kita dalam kondisi perlu perbaikan, termasuk penambahan pembangunan gudang baru di 100 tempat,” tuturnya.

Adapun gudang-gudang penyimpanan baru tersebut tidak hanya dikelola oleh pusat, tetapi juga akan dikelola oleh pemerintah di daerah.

Kemudian, terkait dugaan adanya temuan puluhan ribu ton beras di gudang Bulog yang turun mutu, Mensesneg menyebut bahwa hal itu juga menjadi perjatian khusus bagi pemerintah, terutama Kementan dan Bulog.

Untuk itu, ia memastikan akan melibatkan sejumlah aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri dalam pembangunan gudang penyimpanan.

“TNI-Polri juga diminta buat gudang inovasi, dan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar sampai ke kepala desa, sentra pangan kita galakkan kembali seperti dulu punya lumbung pangan di setiap desa masing-masing,” paparnya.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan adanya temuan 29.990 ton beras mengalami penurunan mutu atau turun kualitas yang disimpan dalam gudang Bulog.

Baca Juga:Bangun 100 Gudang Baru, Begini Harapan Dirut Bulog!Harga Beras di 148 Kota/kabupaten Turun, Berkat Program SPHP?

Dari temuan tersebut, 26.890 ton diantaranya merupakan beras hasil impor, dan sekitar 3.000 ton lainnya merupakan beras lokal.

Menanggapi itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sangat sulit untuk dihindari, dengan dalih produksi dalam negeri yang melimpah. Itu disampaikan saat jumpa pers di Kantor Presiden RI, Jakarta, Kamis (9/10).

Amran kemudian menyebut jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan beras yang disimpan sekitar 4,2 juta ton, jumlah beras yang turun mutu itu hanya sekitar 0,071 persen.

0 Komentar