Tirta Anom Dituntut Optimal untuk Dongkrak PAD Kota Banjar

Tirta Anom Dituntut Optimal untuk Dongkrak PAD Kota Banjar
Pembina Poros Sahabat Nusantara (Posnu) Kota Banjar, Muhlison. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki PDAM, dengan jumlah pelanggan yang telah mencapai lebih dari 10.000 sambungan. Menurut Muhlison, basis pelanggan ini merupakan aset strategis yang harus dikelola dengan layanan prima untuk menciptakan kepuasan dan loyalitas, sekaligus dioptimalkan sebagai basis untuk meningkatkan pendapatan.

“Itu sudah ada 10 ribuan pelanggan, minus yang kemarin sempat non aktif. Ini potensi yang harus dijaga dari sisi layanan. Tapi juga harus mulai fokus menjadikan PDAM sebagai usaha riil dengan orientasi yang jelas tanpa mengganggu sisi layanan tersebut. Mana wilayah layanan mana wilayah usaha bisnis dengan orientasi profit,” imbuhnya.

Mengenai pengembangan produk air minum dalam kemasan Tirta Anom Banjar (TAB) yang sempat diluncurkan, Muhlison menekankan pentingnya pendekatan profesional dan inovatif.

Baca Juga:Perkuat Layanan, Perumda Tirta Anom Gandeng Investor untuk Revitalisasi Jaringan Air BersihKebocoran Pipa Berulang Ganggu Pasokan Air di Banjar, Tirta Anom Butuh Rp63 Miliar untuk Revitalisasi

Ia memperingatkan bahwa jika pola pikir birokratis dan konservatif masih mendominasi, program tersebut hanya akan berjalan di tempat dan menjadi wacana tanpa realisasi progres yang nyata.

“PDAM harus mulai dikelola secara profesional. Agar siap dengan tantangan dan mampu memberikan kontribusi nyata ke PAD. Kan mereka semua bekerja tidak kosongan, kesejahteraannya saya kira juga terjamin. Lha ini harus berbanding lurus dengan kinerja. Jangan sebaliknya, kan pucuk pimpinan itu inovasinya sangat berdampak, harus visioner, tidak melihat yang ada sebatas rutinan saja,” jelasnya.

“Kalau paradigmanya masih mau begini-begini saja, mau yang datar-datar saja, yang penting jalan, asal bisa jalan saja sudah bagus, kemarin-kemarin juga begini, wah, ini alamat PDAM tidak akan pernah bisa maju. Saya kira Wali Kota selaku KPM bisa sedikit agresif melihat setiap potensi PAD yang ada termasuk PDAM,” kata Muhlison menambahkan.

Menanggapi sorotan tersebut, Direktur Perumda PDAM Tirta Anom Kota Banjar, E Fitrah Nurkamilah, membuka suara. Ia mengungkapkan bahwa terkait kontribusi kepada PAD, pihaknya masih menunggu regulasi teknis dari Pemerintah Kota Banjar.

“Kami masih menunggu regulasi untuk langkah teknisnya seperti apa,” terang Nurkamilah.

Ia memaparkan bahwa sejauh ini PDAM telah berupaya maksimal beroperasi dengan peralatan yang serba terbatas, dan telah berusaha meningkatkan taraf kesehatan perusahaan serta kualitas pelayanan kepada pelanggan.

0 Komentar