Di tengah kompleksnya persoalan bangsa, Agun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak larut dalam pesimisme. Ia menyerukan bahwa perubahan besar harus dimulai dari langkah-langkah kecil setiap individu. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton atau pihak yang menyalahkan keadaan.
“Kita mulai dari diri sendiri. Jangan hanya melihat perilaku pejabat yang membuat rakyat marah. Kalau kita semua yakin dan menjadikan empat pilar ini sebagai pedoman hidup, maka kita bisa menjadi teladan bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Pada kesempatan itu, Agun juga memberikan penekanan khusus pada makna Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurutnya, mengembalikan segala sesuatu kepada Tuhan akan melahirkan integritas, kejujuran, dan keadilan yang menjadi dasar bagi terwujudnya kehidupan yang penuh keberkahan. Ia juga mendorong pemahaman toleransi yang lebih substantif.
Baca Juga:Bikin Panik Tamu Hotel di Bandung, Macan Tutul Berhasil di Evakuasi Tim GabunganKorban Keracunan Terus Bertambah, Satgas Pengawasan Baru Dibentuk
“Toleransi bukan berarti menuntut orang lain menghargai kita, tapi bagaimana kita bisa menghormati perbedaan yang ada. Itulah makna sejati dari Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya. (CEP)
