JABAR EKSPRES – Sampah di Pasar Induk Caringin mencapai sekitar 40 ton per hari. Kepala Pengelola Pasar Caringin, Asep Syarief Hidayat, mengatakan sampah yang berhasil dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti hanya sekitar 25 ton.
“Tiap hari kan kita produksi sampah 40 ton. Kita buang ke Sarimukti anggap sekitar 25 ton. Sisanya pasti numpuk di TPS,” kata Asep saat ditemui Jabar Ekspres, belum lama ini.
Sampah di Pasar Caringin didominasi jenis organik seperti sayuran dan buah-buahan, disusul sampah anorganik seperti plastik. Puluhan ton sampah itu ditampung di tempat pembuangan sementara (TPS) sebelum diangkut ke Sarimukti.
Baca Juga:Martasandy Group Peringati Hari Batik Nasional: Wujud Nyata Cinta Budaya Lewat Seragam KerjaBilly Martasandy Maknai Hari Batik: Ini Warisan Budaya, Bukan Tren Sesaat
Namun pengiriman ke TPA dibatasi. Kota Bandung hanya mendapat kuota pembuangan sampah 981,31 ton per hari. “Per hari, tiap hari, tiga rit. Anggap kita 20 ton aja ke Sarimukti. Sisanya kan setengahnya,” ujar Asep.
Upaya mengurangi timbunan sempat dilakukan melalui pengolahan kompos. Cara itu dihentikan setelah menimbulkan bau, sehingga pihaknya melakukan evaluasi. Kurang lebih tiga bulan dievaluasi, lalu akhirnya mengganti teknologi.
“Itu dengan merangkul vendor baru yang lebih tepat. Nah, kami merangkul PT Biotech Solusindo Biotech,” imbuhnya.
Sisa sampah yang tidak terangkut akan diolah menggunakan alat bioteknologi. Hasilnya bisa menjadi pupuk, pakan sapi, atau pakan ayam. Pasar juga menyiapkan alat press sampah.
Menurut Asep, uji coba teknologi bioteknologi akan dilakukan bulan ini. “Itu salah satu upaya kami dalam penyelesaian sampah. Kita harus mandiri,” tuturnya.
“Kalau tergantung kepada Sarimukti, kondisi seperti itu bermasalah terus, udah overloading. Saya pikir kita harus siap-siap dengan antisipasi,” pungkasnya.
