Warga Tagih Solusi Limbah Kotoran Ayam, DPRD KBB Hanya Beri Janji

Limbah kohe ayam di PT Agro Budi, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Rabu (1/10). Dok J
Limbah kohe ayam di PT Agro Budi, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Rabu (1/10). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Ketua RT Perum BIP, Asep Hendra Cipta, mengaku kecewa dengan keputusan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB yang membatalkan rencana penutupan sementara aktivitas pengolahan limbah. Padahal, hasil musyawarah warga sebelumnya menyepakati penghentian operasional sementara.

“Ini bentuk kekecewaan kami. Sama seperti dulu, perusahaan janji membeli alat dan limbahnya dibakar. Baunya memang sempat hilang, tapi tidak lama. Lalat tetap menyerbu rumah warga,” tegas Asep.

Nada serupa disampaikan Ketua RT sebelumnya, Heri Surahman (52), yang menilai sejak awal warga sudah menolak keberadaan peternakan tersebut.

Baca Juga:PR Berat Pengolahan Limbah Domestik di Cimahi, 20 Ribu Rumah Masih Tanpa SeptictankPabrik Bolu Coy Kembali Disidak DLH, Tapi Masih Buang Limbah, Ada Apa?

“Dulu warga jelas menolak, tapi katanya tidak akan ada bau. Faktanya sekarang bau menyengat muncul dan lalat menyerang rumah warga. Janji itu jelas dilanggar,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cipatat, Sulaena Faisal, yang meninjau lokasi pada akhir Agustus lalu, membenarkan adanya persoalan limbah peternakan yang mengganggu warga. Ia berjanji akan menggelar musyawarah melibatkan semua pihak terkait.

“Memang setelah dicek, apa yang muncul dalam keluhan warga itu benar adanya. Limbah peternakan memang mengganggu dan berdampak pada lahan sekitar. Kami akan segera mengambil langkah dengan mengundang semua pihak,” ucap Faisal.

“Persoalan ini juga bisa dijadikan momentum untuk merancang kerja sama warga dengan pengusaha peternakan, misalnya melalui pola plasma,” pungkas Faisal. (Wit)

0 Komentar