Pabrik Bolu Coy Kembali Disidak DLH, Tapi Masih Buang Limbah, Ada Apa?

Pembuangan limbah Pabrik Bolu Coy yang diproduksi oleh PT. Sunlight Foods Indonesia di Komplek Industri De Pri
Pembuangan limbah Pabrik Bolu Coy yang diproduksi oleh PT. Sunlight Foods Indonesia di Komplek Industri De Prima Terra, Tegalluar, Kabupaten Bandung
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pembuangan limbah yang dilakukan Pabrik Bolu Coy yang diproduksi oleh PT. Sunlight Foods Indonesia di Komplek Industri De Prima Terra, Tegalluar, Kabupaten Bandung sampai saat ini masih terus berlanjut.

Perusahaan yang memproduksi makanan bolu dan roti dengan merek Coy tersebut akhirnya disidak oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung dan anggota dari Polda Jabar.

Pencemaran dengan membuang limbah tanpa pengolahan sudah sering dilakukan oleh PT. Sunlight Foods Indonesia atau Pabrik Bulo Coy. Bahkan peringatan dan teguran tidak pernah digubris.

Baca Juga:5.100 Siswa SMA/SMK di Jabar Dapat Pelatihan AI dari AWS dan PJIModena Berikan Kemudahan Pelayanan dengan Buka Service Center di Bandung

Sebagai informasi, PT. Sunlight Foods Indonesia ini memproduksi makanan berupa Bolu dan Roti dengan skala besar.

Menurut informasi kapasitas produksi mebcapai 10.000 kemasan dengan jangkauan pemasaran di pulau jawa dan Sumatera.

Akan tetapi, dalam pengelolaan limbah, pabrik ini tidak memiliki IPAL sehingga limbah sering dibuang ke dalam saluran air yang ada di depan pabrik secara langsung.

Saluran air yang tepat berada pada bangunan pabrik terlihat keruh berwarna putih dengan bau busuk menyengat.

Pembuangan limbah cair secara langsung dilakukan oleh Pabrik Bolu Coy atau PT. Sunlight Foods Indonesia bukan pada kali ini saja. Pemeriksaan terhadap perbuatan melawan hukum tersebut dulu sudah pernah diperiksa di Polda Jabar.

Perwakilan pihak pabrik bernama Nunung mengaku, masalah ini sudah diselesaikan bersama Polda Jabar dan DLH Kabupaten Bandung.

Namun pada kenyataannya, pembuangan limbah masih terus berlanjut. Dengan begitu timbul pertanyaan mengenai lemahnya pengawasan dan dugaan adanya kompromi yang dilakukan oleh oknum lapangan.

Baca Juga:Lidah Buaya Mengantarkan Alan Efendi jadi Petani SuksesHapus Praktek Pungli, Nabati Rekrut Karyawan Berbasis Online

Banyak Pekerja Asing di Pabrik

Sementara itu, penanggung jawab pabrik bernama Mr Lee enggan untuk memberikan keterangan. Dia selalu beralasan sibuk mengurusi bisnis usahanya.

MR Lee sendiri sering melakukan kunjungan ke China. Bahkan dalam komunikasi pun, dia tidak bisa berbahasa Indonesia dan Ingris.

Ketika dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata banyak tenaga kerja di dalam pabrik yang berwarga negara China. Sehingga pihak keimigrasian harus melakukan pemeriksaan mengenai status WNA yang bekerja tersebut.

Sementara itu, salah satu aktivis lingkungan dari BIDIK bernama Opik mengaku, kegiatan pemeriksaan cairan limbah dilakukan oleh DLH dan Polda Jabar.

0 Komentar