Muhammad Yunus Serukan Rencana Tujuh Poin untuk Lindungi Rohingya di PBB

Muhammad Yunus Serukan Rencana Tujuh Poin untuk Lindungi Rohingya di PBB
Muhammad Yunus, Penasihat Utama Pemerintah Bangladesh. (SUMBER FOTO: X/ChiefAdviserGoB)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penasihat utama Pemerintah Bangladesh sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Muhammad Yunus, pada Selasa (30/9) memaparkan rencana tujuh poin guna melindungi komunitas Rohingya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam konferensi tingkat tinggi PBB di New York yang membahas nasib minoritas Muslim yang telah lama menjadi korban diskriminasi dan kekerasan di Myanmar.

Menurut Yunus, delapan tahun setelah genosida dimulai, penderitaan Rohingya masih berlangsung sementara dukungan internasional semakin menurun.

Baca Juga:Keunggulan POCO F7 Ultra: Smartphone Flagship Gaming dengan Performa PremiumUpdate Terkini Harga Emas Perhiasan September 2025: Melonjak Tajam

“Delapan tahun sejak genosida dimulai, penderitaan Rohingya terus berlanjut. Inisiatif untuk mengakhiri krisis ini masih berkurang. Pendanaan internasional menghadapi kekurangan yang mengkhawatirkan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perhatian dunia terhadap Rohingya kian terpinggirkan akibat berbagai krisis global lainnya.

“Dunia tidak dapat membiarkan Rohingya menunggu lebih lama lagi untuk kembali ke rumah,” ujarnya.

Bangladesh saat ini menampung sekitar 1,3 juta pengungsi Rohingya di distrik Cox’s Bazar. Sebagian besar datang pada tahun 2017 setelah operasi militer Myanmar di Rakhine, dan sekitar 150 ribu orang lainnya mengungsi dalam 18 bulan terakhir, menambah beban kemanusiaan di Bangladesh.

Yunus menegaskan bahwa krisis ini bermula dari Myanmar, sehingga solusi utama harus dicari di sana.

“Bangladesh adalah korban krisis. Kami terpaksa menanggung kerugian finansial, sosial, dan lingkungan yang sangat besar. Aktivitas kriminal, termasuk aliran narkoba ke Bangladesh melalui Rakhine, mengancam tatanan sosial kami,” tambahnya.

Dalam usulan tujuh poinnya, Yunus mendorong penyusunan peta jalan yang jelas untuk repatriasi aman dan bermartabat bagi Rohingya dengan memastikan stabilisasi di Rakhine.

Baca Juga:Daniil Medvedev Taklukkan Zverev dan Raih Semifinal ke-60 di China OpenAbu Vulkanik Gunung Marapi Mengarah ke Timur, PVMBG Iangatkan Ancaman Lahar Dingin

Ia juga menekankan pentingnya tekanan efektif terhadap Myanmar dan Tentara Arakan agar menghentikan kekerasan, serta memulai pemulangan pengungsi secara berkelanjutan, khususnya mereka yang baru tiba di Bangladesh maupun yang masih terjebak di dalam Myanmar.

Selain itu, Yunus mengajukan pembentukan mekanisme dukungan internasional guna menstabilkan Rakhine, termasuk kehadiran sipil internasional untuk memantau proses tersebut. Ia juga menyerukan upaya membangun kepercayaan agar Rohingya dapat terintegrasi kembali ke dalam masyarakat dan pemerintahan di Rakhine.

Poin lain mencakup penggalangan dana global untuk mendukung rencana tanggap bersama, mendorong keadilan dan akuntabilitas, serta memberantas perdagangan narkoba dan kejahatan lintas batas yang memperburuk situasi.

0 Komentar