Benarkah Aplikasi Penghasil Uang VIR Aman?  Modus Unggah Foto Sampah bisa Jadi Cuan

Tampilan website aplikasi VIR yang kini jadi perbincangan.
Tampilan website aplikasi VIR yang kini jadi perbincangan.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aplikasi penghasil uang baru bernama aplikasi VIR atau Veoliair sedang banyak dibahas oleh netizen yang di sosial media. Banyak yang menanyakan apakah aplikasi ini aman digunakan untuk berinvestasi.

Pasalnya, banyak yang mengaku bingung saat ditawari bisnis di aplikasi VIR ini, para agennya mengiming-imingi keuntungan besar tanpa banyak melakukan pekerjaan, bahkan tugasnya juga terhitung sangat mudah, yakni hanya menguplod foto-foto sampah.

Tugasnya memang tergolong unik, karena aplikasi ini mengklaim sebagai aplikasi yang peduli pada lingkungan, tujuan dari aplikasi ini adalah berkontribusi pada kemajuan manusia dengan komitmen penuh terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan oleh PBB.

Baca Juga:Tanggal 5 Oktober 2025, Semua Moda Transportasi di Jakarta GRATIS, cuman Bayar Rp80.Mobil Listrik  Paling Keren Oktober 2025, Wuling Binguo S Hanya Dijual Rp150 Jutaan

“Untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi semua orang, kita perlu mengembangkan teknologi, agar bisa mengelola kembali sumber daya dunia melalui layanan bisnis lingkungannya.” tulisnya aplikasi di berbagai promosinya.

Cara kerja aplikasi ini dengan menukar sampah atau daur ulang sampah dengan uang digital di aplikasi VIR. Untuk membuktikan keberadaan sampah tersebut, mereka mewajibkan anggotanya untuk menguplod foto-foto sampah tersebut.

Sementara untuk prosuk investasinya, mereka menggunakan nama-nama produk yang bisa didaur ulang, seperti kertas, alumunium, timah, tembaga, komponen elektronik dan lain sebagainya. Dimasing-masing produk sudah dicantumkan, harga beli produk juga keuntungan yang akan didapatkan untuk kurun waktu tertentu.

Disinilah terlihat pembagian keuntungan yang besarnya tidak masuk akal, sehingga semakin mudah dicurigasi sebagai ponzi.

Untuk saat ini, bisa dibilang aplikasi masih aman karena masih bisa menghasilkan untuk membernya, aplikasi masih terbukti membayar profit untuk anggotanya, tentu saja akan banyak yang menyebut aplikasi ini aman, karena belum terbukti sebagai penipuan.

Namun jika dilihat dari pola yang digunakan aplikasi ini, sama persis dengan yang digunakan oleh aplikasi investasi yang menggunakan skema ponzi.

Dimana mereka mulai gencar melakukan promosi untuk menarik lebih banyak anggotanya, caranya adalah dengan mengadakan berbagai pertemuan baik online maupun offline.

Baca Juga:Jumlah Korban Keracunan MBG di Garut Terus Bertambah, Bupati Tetapkan Status KLBDAM Gelar Seleksi AHM Best Student 2025 Regional Jawa Barat

Aplikasi selalu menjadwalkan pertemuan rutin melalui Zoom Meeting atau grup WA untuk membagikan informasi dan promosi, sementara untuk targetnya yang berada didaerah-daerah dan belum melek teknologi, mereka mengadakan pertemuan langsung, ada yang sambil melakukan bakti sosial untuk menarik simpati.

0 Komentar