Cegah Kasus Keracunan, Pemkot Cimahi Perketat Pengawasan Distribusi MBG

Cegah Kasus Keracunan, Pemkot Cimahi Perketat Pengawasan Distribusi MBG
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dan Adithia Yudhistira. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Nantinya kita akan adakan sosialisasi. Masalahnya, SPPG di Cimahi perlu diperkuat jalur koordinasinya, baik dengan Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Menurut Adithia, program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ia mencontohkan, negara seperti Tiongkok dan India membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk melihat dampak nyata dari program serupa.

Baca Juga:SPPG Tak Miliki SLHS Masih Marak, Dinkes Cimahi Intensifkan Inspeksi dan Penyulukan ke Dapur MBGLabkesda Jabar Temukan Bakteri Pembusuk di Sampel MBG

“Program MBG ini sangat bagus. Namun, fungsi pengawasan dan supervisi harus diperketat, karena ini program nasional yang harus dikawal bersama,” ungkapnya.

Ke depan, Pemkot Cimahi berencana menyusun kesepakatan teknis dengan seluruh penyelenggara MBG terkait standar kualitas makanan, ketepatan waktu distribusi, hingga sertifikasi kelayakan dapur penyedia.

“Ternyata pemicu terbesar keracunan di daerah lain adalah bakteri, khususnya salmonella yang sering muncul pada nasi. Proses menanak nasi harus benar-benar dikawal ketat,” tandas Adithia. (Mong)

0 Komentar