JABAR EKSPRES – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah turut bersuara terkait kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan evaluasi dan pengawasan ketat agar tak terulang.
Politikus PKS itu menuturkan, MBG merupakan program yang baik. Gagasan Presiden Prabowo itu patut disukseskan. Karena semangatnya untuk memperbaiki gizi anak-anak.
“Itu juga untuk mewujudkan SDM yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Baca Juga:Ramai Dugaan Keracunan Program MBG di Pangalengan, Faktanya Tidak BenarBGN: SPPG yang Alami Kasus Keracunan MBG Dihentikan Minimal 14 hari
Perempuan yang akrab disapa Umi Oded itu menuturkan, sayangnya dalam pelaksanaan masih perlu penyesuaian. Butuh beberapa perbaikan.
Beberapa kekurangan itu salah satunya mencuat dengan kejadian keracunan di beberapa tempat beberapa hari terakhir. Termasuk di wilayah Jawa Barat.
Evaluasi itu misalnya terkait beban tiap SPPG. “Misal satu SPPG kan punya beban 3 ribuan porsi. Kalau satu anak dapat satu ceplok telur, berarti 3.000 telur. Itu teknisnya harus diperhitungkan,” cetusnya.
Umi melanjutkan, sejumlah keluhan mulai muncul terkait program tersebut. Mulai dari rasa makanan yang kurang segar hingga temuan makanan basi.
Berkaitan dengan itu, Umi mendorong agar para penerima manfaat, termasuk orang tua dan siswa, berani menyampaikan evaluasi tanpa rasa takut. “Ini demi kesehatan dan keselamatan anak juga, Tidak boleh ada pembungkaman, ” katanya.
Siti menekankan bahwa MBG bukan sekadar program makan masal tapi untuk meningkatkan gizi masyarakat. Sehingga jangan sampai malah menimbulkan hal yang tidak diinginkan.
Karena itu penyajian makanan harus melibatkan ahli gizi. Prosedur seleksi dapur penyedia, dan sistem kontrol harian, mingguan, hingga bulanan perlu diterapkan dengan baik. (son).
