PLTS Terapung 60 MW di Saguling Siap Serap 400 Tenaga Kerja Lokal

PLTS Terapung 60 MW di Saguling Siap Serap 400 Tenaga Kerja Lokal
Direktur Utama PLN Indonesia Power bersama jajaran perusahaan mitra dan Wakil Bupati Bandung Barat melakukan seremoni peletakan pasir pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan PLTS Terapung Saguling. Kamis (25/9). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Lebih lanjut, lokasi Waduk Saguling dipilih karena memiliki karakteristik pendukung, mulai dari stabilitas air hingga luas area yang memungkinkan pemasangan panel surya.

“Panel surya hanya akan memanfaatkan kurang dari 5 persen permukaan waduk sehingga tidak mengganggu fungsi utama waduk sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan irigasi,” katanya.

Selain itu, teknologi PLTS terapung diyakini lebih efisien dibandingkan PLTS daratan. Suhu lebih rendah di permukaan air membuat panel bekerja lebih optimal, sementara pemasangan panel juga membantu mengurangi tingkat penguapan air waduk.

Baca Juga:FIFA Tegaskan Tak Ada Rencana Tambah Jumlah Tim di Piala Dunia 2030Timnas Indonesia Umumkan Skuad untuk Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Tak Ada Nama Hilgers dan Marselino!

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menegaskan agar kesempatan kerja dalam proyek ini diprioritaskan bagi masyarakat lokal.

“Kami berharap tenaga kerja yang terserap berasal dari warga Bandung Barat, tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan yang ada. Pemerintah daerah siap mendukung penuh proyek ini demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Selain lapangan kerja, Asep berharap pengelola proyek konsisten menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Mulai dari pelatihan tenaga kerja lokal hingga pemantauan dampak lingkungan secara berkala,” tandasnya.

Sekadar diketahui, PLTS Terapung Saguling bukanlah proyek pertama di Bandung Barat. Sebelumnya, PLTS Terapung Cirata dengan kapasitas 192 MW lebih dulu beroperasi dan masih tercatat sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara.

Jika dibandingkan, Cirata memiliki kapasitas lebih dari tiga kali lipat Saguling dengan investasi sekitar Rp4 triliun. Produksi listriknya mencapai 245 GWh per tahun, cukup melistriki 200 ribu rumah tangga, sekaligus menekan emisi hingga 214 ribu ton CO2. (Wit)

0 Komentar