JABAR EKSPRES — Pemerintah Kota Cimahi tengah mempertimbangkan opsi memasukkan pembelajaran aksara Sunda di tingkat sekolah dasar (SD).
Namun, format penerapannya masih menjadi pembahasan antara Dinas Pendidikan bersama komunitas guru serta penggiat budaya Sunda.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Heni Tishaeni, menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final apakah aksara Sunda akan dimasukkan ke dalam kurikulum atau dijalankan terlebih dahulu melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Baca Juga:Tiang Internet Tanpa Izin Berjejer Jalan Purnomosidi, Pemkot Banjar Akan TindakWagub Jateng Targetkan 50 Persen Penyandang Difabel Bisa Menikmati Program Kecamatan Berdaya pada 2026
“Iya, harus ketemu dulu nanti masuknya di mana dan kapan. Bisa saja masuk kurikulum jadi materi pembelajaran, atau dijadikan ekstrakurikuler. Itu masih perlu dimusyawarahkan,” ujar Heni saat ditemui Jabar Ekspres, Kamis (24/9/2025).
Menurut Heni, jika dijadikan kurikulum, maka aturan yang berlaku sudah sangat ketat karena setiap mata pelajaran memiliki standar yang ditetapkan secara nasional.
Karena itu, kata Heni, opsi paling memungkinkan dalam tahap awal adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler.
“Itu kan sudah ada pakemnya masing-masing. Jadi kemungkinan besar ini masuk ekskul dulu,” katanya.
Meski begitu, Heni tidak menutup kemungkinan aksara Sunda bisa masuk kurikulum di masa mendatang, apabila penerapan melalui ekstrakurikuler terbukti berjalan baik dan memberikan dampak positif.
“Ya, bisa kita lihat ke depannya. Tantangannya tentu ada, karena ini hal baru. Guru perlu pembelajaran tambahan, mereka harus diajar-belajar lagi. Kemudian bagaimana menyampaikannya ke murid, sementara di dinas juga perlu ada penyesuaian kurikulum dan pengaturan lain supaya selaras dengan aturan yang ada,” jelas Heni.
Heni menambahkan, pihaknya berencana menggelar musyawarah dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta komunitas penggiat aksara Sunda dalam waktu dekat untuk memutuskan arah kebijakan ini.
Baca Juga:Kualitas Air Cimahi Memburuk, DLH Tegaskan Limbah Domestik Jadi Penyumbang Utama PencemaranNikmati Pemandangan Gunung Tangkuban Perahu Lewat “Mountain Gateway Package” dari ibis Bandung Pasteur
“Mungkin dalam pekan ini kita ketemu dulu dengan MGMP dan penggiatnya, nanti hasilnya seperti apa baru bisa ditetapkan. Target paling tidak tahun depan sudah bisa dimulai. Kalau ekskul, bisa saja mulai Januari. Tapi jelas bukan tahun ini, karena guru harus ikut bimbingan teknis dulu sebelum masuk ke sekolah,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala SDN Cibeureum Mandiri 1 Cimahi, Dewi Cahyanti, mengaku pihak sekolah belum mendapatkan sosialisasi resmi dari Dinas Pendidikan terkait pembelajaran aksara Sunda ini.
