Kasus Cipari Belum Usai, Dapur SPPG Neglasari Nekat Produksi Ribuan Porsi

Kasus Cipari Belum Usai, Dapur Neglasari Nekat Produksi Ribuan Porsi
Kasus Cipari Belum Usai, Dapur Neglasari Nekat Produksi Ribuan Porsi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengelola dapur Sayuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Neglasari mengakui pihaknya memproduksi 3.986 porsi makanan yang dibagikan ke sekolah-sekolah pada Rabu (24/9/2025).

Menu yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hari itu berupa ayam tepung, nasi, tahu kecap, dan stroberi. Ribuan porsi tersebut kemudian didistribusikan ke berbagai sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMK.

Namun beberapa jam setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Neglasari, siswa-siswi dari SMK Karya Perjuangan mengeluhkan gejala keracunan.

Baca Juga:Tiang Internet Tanpa Izin Berjejer Jalan Purnomosidi, Pemkot Banjar Akan TindakWagub Jateng Targetkan 50 Persen  Penyandang Difabel Bisa Menikmati Program Kecamatan Berdaya pada 2026

Jumlah siswa satu per satu bertambah banyak dari sekolah-sekolah lain mulai dari SD, SMP, hingga SMK yang juga mendapat menu MBG dari dapur tersebut.

“Kita ini masak kemarin itu, untuk 3.986 porsi,” kata Fauzan saat ditemui di dapur SPPG Neglasari, Kamis (25/9/2025) pagi.

Menurut Fauzan, dapur yang baru beroperasi sejak 19 Agustus 2025 itu memulai proses memasak sejak Selasa (23/9/2025) malam pukul 21.00 WIB.

Menu nasi dimasak lebih dulu, lalu seluruh masakan siap pukul 07.00 WIB dan langsung dikirimkan ke sekolah.

“Terus kemarin itu jam 10.00 WIB mobil sudah pada berangkat,” sebutnya.

Fauzan menegaskan, sejak kasus keracunan di Kampung Cipari pada Senin (23/9/2025), pihaknya sudah berupaya memperketat keamanan pangan.

Bahkan, seluruh proses memasak direkam sebagai bukti pertanggungjawaban jika terjadi tragedi yang tak diinginkan seperti kejadian sebelumnya.

Baca Juga:Kualitas Air Cimahi Memburuk, DLH Tegaskan Limbah Domestik Jadi Penyumbang Utama PencemaranNikmati Pemandangan Gunung Tangkuban Perahu Lewat “Mountain Gateway Package” dari ibis Bandung Pasteur

“Soalnya yang makan itu apa-apa juga semuanya di sini, staf dan karyawan juga. Bahkan kemarin juga saya sempat bikin video,” ungkap Fauzan.

Fauzan mengaku baru mendapat kabar adanya siswa keracunan sekitar pukul 10.00 WIB pada hari Rabu. Saat itu juga ia mendatangi langsung SMK Karya Perjuangan dan melihat sebagian siswa dalam kondisi lemas.

“Memang terlihat oleh saya, enggak semua gitu kang. Ada mungkin sekitar 10 orang yang memang kelihatan lemas enggak kejang atau gimana gitu,” ucapnya.

Dapur SPPG Neglasari memiliki 52 pekerja dengan sistem shift, 10 orang di antaranya bertugas memasak. Fauzan menambahkan, dapur ini dikelola oleh yayasan yang sama dengan dapur SPPG Cipari, yang lebih dulu disebut terkait kasus keracunan makanan.

0 Komentar