Sudarsono Serukan Kolaborasi Semua Sektor untuk Tekan Angka Kematian Ibu

Sudarsono Serukan Kolaborasi Semua Sektor untuk Tekan Angka Kematian Ibu
Wali Kota Banjar Ir H Sudarsono saat membuka acara Pengkajian Kasus Kematian Ibu atau Audit Maternal Perinatal Sosial Respon (AMP-SR) yang berlangsung di Aula Pajajaran Banjar, Rabu (24/9/2025). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Sudarsono tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga medis dan kesehatan di Kota Banjar yang telah berdedikasi penuh.

Ia berharap kegiatan AMP-SR ini dapat memberikan manfaat besar dan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan ibu hamil dan ibu setelah melahirkan di wilayahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Saifuddin, A.KS, M, yang bertindak selaku ketua penyelenggara, menjelaskan lebih detail mengenai esensi dari Audit Maternal Perinatal (AMP).

Baca Juga:Nasib Pilu Lansia 73 Tahun di Banjar, Berjuang Hidup di Rumah Bilik 5×8 Meter Tanpa Dapur dan MCKAlun-Alun Banjar Akhirnya Resmi Bersertifikat Milik Pemkot

Ia menerangkan bahwa AMP merupakan suatu kegiatan sistematis yang bertujuan untuk menelusuri akar penyebab kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi perinatal.

“Tujuannya tidak untuk menyalahkan, melainkan untuk belajar dan menemukan celah-celah sistemik yang dapat kita perbaiki guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan,” jelas Saifuddin.

Saifuddin memaparkan bahwa tujuan khusus dari AMP-SR adalah untuk mengeliminir kematian ibu dan perinatal yang sebenarnya dapat dicegah. Hal ini dilakukan melalui penerapan siklus AMP-SR yang berkelanjutan, dimulai dari pengumpulan data dan informasi dari setiap kematian, analisis mendalam, hingga penyusunan rekomendasi intervensi yang tepat sasaran.

Pertemuan ini dihadiri oleh 52 peserta yang berasal dari perwakilan rumah sakit, puskesmas, tim kerja Dinas Kesehatan, dan organisasi profesi kesehatan, dengan narasumber ahli yaitu dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari BLUD RSUD Kota Banjar.

Untuk mendukung upaya penurunan angka kematian ibu, Dinas Kesehatan Kota Banjar telah mengimplementasikan berbagai program strategis. Beberapa di antaranya adalah kewajiban pemeriksaan kesehatan ibu hamil minimal enam kali selama masa kehamilan, penyediaan alat ultrasonografi (USG) di puskesmas untuk deteksi dini masalah kehamilan, pemberian suplementasi gizi bagi ibu hamil, pendampingan oleh dokter spesialis, penyelenggaraan kelas ibu hamil secara rutin, serta peningkatan kapasitas terus-menerus bagi petugas kesehatan dan kader di masyarakat.

“Melalui pengkajian mendalam terhadap kasus-kasus yang terjadi, kami berharap dapat menyusun langkah-langkah intervensi yang lebih efektif. Target besar kami adalah mencegah dan menurunkan secara signifikan kasus kematian ibu di Kota Banjar,” tutup Saifuddin. (CEP)

0 Komentar