Nasib Pilu Lansia 73 Tahun di Banjar, Berjuang Hidup di Rumah Bilik 5×8 Meter Tanpa Dapur dan MCK

Nasib Pilu Lansia 73 Tahun di Banjar, Berjuang Hidup di Rumah Bilik 5x8 Meter Tanpa Dapur dan MCK
Kondisi rumah tidak layak huni yang ditempati Rudi Hartono di Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di balik hiruk-pikuk kehidupan, tersembunyi kisah pilu Rudi Hartono (73), seorang lansia yang harus menjalani hari tuanya dalam rumah berukuran hanya 5×8 meter di Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Kondisi tempat tinggalnya jauh dari kata layak, tanpa MCK, tanpa dapur, dan penuh dengan keterbatasan yang menyulitkan kehidupan sehari-harinya.

Rumah sederhana yang dihuni bersama putra sulungnya, Jimiran, yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu, menjadi saksi bisu perjuangan hidup seorang ayah dan anak. Menurut keterangan Teguh Wiratno, Ketua RT 4 RW 1 Dusun Citangkolo, rumah tersebut terakhir kali mendapatkan sentuhan renovasi sekitar 18 tahun yang lalu, itupun hasil dari swadaya masyarakat setempat. Kini, kondisi rumah tersebut kian memprihatinkan seiring berjalannya waktu.

Dinding rumah yang terbuat dari anyaman bilik bambu tampak rapuh dan sudah banyak yang bolong. Kondisi ini membuat Rudi dan keluarganya kerap kebobosan saat musim hujan tiba. Air dengan mudah menerobos masuk, membasahi ruangan dan kamar tidur mereka. Bukan hanya masalah kebocoran, rumah ini juga tidak memiliki dapur. Aktivitas memasak terpaksa dilakukan di belakang rumah dengan menggunakan tungku kayu bakar seadanya, yang tentunya sangat berisiko terutama saat cuaca tidak bersahabat.

Baca Juga:BGN Optimis Anggaran MBG Rp71 Triliun dapat Terserap Meski Baru 18 PersenHotman Paris Protes Bunga Deposito Menurun Efek Penempatan Dana Rp200 Triliun, Menkeu: Biar Ekonomi Jalan

Namun, masalah terberat yang harus ditanggung Rudi Hartono, yang juga mengalami gangguan pendengaran, adalah tidak adanya fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di rumahnya. Setiap kali hendak buang air besar, lansia berusia 73 tahun itu terpaksa menempuh jarak sekitar 100 meter dengan berjalan kaki menuju sungai terdekat. Sungai yang arusnya cukup deras itu menjadi satu-satunya tempat untuk melepas hajat, sebuah kondisi yang sangat tidak manusiawi dan membahayakan keselamatannya, mengingat usia Rudi yang sudah sepuh.

Kondisi memilukan ini baru mendapatkan perhatian setelah viral di media sosial. Kepala Desa Kujangsari, Ahmad Mujahid, mengaku pihaknya baru mengetahui persoalan yang dialami Rudi Hartono setelah informasi tersebut tersebar luas. “Saya berharap jika memang ada kondisi seperti ini ya koordinasikan ke pemerintahan desa sebelumnya sehingga kami akan lakukan penanganan dengan cepat dan tepat,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

0 Komentar