JABAR EKSPRES – Stok pupuk subsidi di wilayah Provinsi Jawa Barat, terutama di wilayah Bandung Raya seperti Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan dalam kondisi aman.
Manager Pergudangan Region 2A PT Pupuk Indonesia, Andi Susianto, mengatakan meski stok pupuk subsidi aman, tingkat serapan di tiga daerah di Bandung Raya masih tergolong rendah dengan angka 50 persen.
“Baru 50 persennya, jadi kalau ada petani yang bilang pupuk subsidi langka, faktanya di gudang kami sangat aman, tinggal bagaimana serapannya saja,” kata Andi saat ditemui di Gudang Lini III PT Pupuk Indonesia, Jalan Raya Bandung–Garut, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (24/9/2025).
Baca Juga:Pemkab Bandung Gelar Sosialisasi Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan, Ini TujuannyaPoltekpar NHI Bandung Kukuhkan 599 Wisudawan, Siap Pimpin Pariwisata Berkelanjutan
Ia merinci, untuk stok pupuk subsidi produk Urea, NPK, ZA, dan Organik di Jawa Barat secara keseluruhan mencapai 1.000.104 ton.
Untuk pupuk subsidi jenis Urea, alokasi sebesar 610.971 ton dengan realisasi 329.052 ton atau 54 persen. Sedangkan NPK dari alokasi 463.779 ton, baru terserap 298.268 ton.
“Memang untuk serapannya baru dikisaran 57 persen dan 64 persen,” jelasnya.
Hal serupa terjadi pada pupuk subsidi jenis ZA yang disiapkan khusus tanaman tebu dan hanya didistribusikan di wilayah Cirebon, Indramayu, Subang, dan Tasikmalaya. Serapannya juga terbilang rendah, begitu pula dengan pupuk organik di Jawa Barat yang baru terserap 9 persen.
Untuk wilayah Bandung Raya, pemerintah sudah mengalokasikan 43.684 ton pupuk Urea selama satu tahun, namun baru terserap 21.774 ton.
“Biasanya pada bulan September distribusi pupuk subsidi sudah bisa mencapai 70 persen, tinggal menyisakan 30 persen saja. Tapi sekarang masih di angka 50 persen,” ujarnya.
Andi menjelaskan, pupuk NPK mendapat alokasi 29.079 ton dalam satu tahun, tetapi baru terserap 13.628 ton atau 47 persen. Adapun pupuk organik serapannya paling rendah, hanya 81 ton dari alokasi 4.282 ton atau 2 persen.
Baca Juga:Tekan Risiko Keracunan MBG, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Dapur SPPGKang Djamu: Kang DS Harap ASN Pemkab Bandung Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat
“Hampir sama dengan Urea, serapannya masih kisaran 50 persen saja. Tentu hal ini menjadi perhatian bersama,” jelasnya.
Sementara itu, stok pupuk subsidi yang diproduksi oleh PT Pupuk Kujang juga dalam kondisi aman. Tiga gudang yang berada di Kabupaten Bandung, KBB, dan Kota Bandung bahkan masih terbilang penuh. Total stok pupuk subsidi jenis Urea di tiga gudang tersebut mencapai 2.816 ton, sedangkan NPK 3.522 ton.
