Pemkab Bandung Gelar Sosialisasi Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan, Ini Tujuannya

Sosialisasi peta ketahanan dan kerentanan pangan (FSVA/Food Security and Vulnerability Atlas) tahun 2025
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung gelar sosialisasi peta ketahanan dan kerentanan pangan (FSVA/Food Security and Vulnerability Atlas). Sumber foto: Yusup Radar Jabar Disway.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung gelar sosialisasi peta ketahanan dan kerentanan pangan (FSVA/Food Security and Vulnerability Atlas) tahun 2025 di Hotel Grand Sunshine Kecamatan Soreang, Rabu 24 September 2025.

Sosialisasi yang dilakukan ini diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi oleh Kepala Dispakan Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama turut menyampaikan paparannya terkait sosialisasi peta ketahanan dan kerentanan pangan.

Baca Juga:Tim Makin ‘OP’! Buruan Klaim Pemain OVR 108-111 Gratis dari Kode Redeem FC Mobile 24 September 2025Harga Mulai Rp400 Ribu, Begini Cara Beli Tiket MotoGP Mandalika 2025 dan Ada Diskon Spesial

Bupati yang akrab disapa Kang DS ini mengatakan pelaksanaan sosialisasi ini sangat penting untuk disampaikan kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala desa, lurah, maupun Puskesos di Kabupaten Bandung.

“Jangan sampai tidak tahu kondisi lapangan. Untuk itu dalam pelaksanaan sosialisasi peta ketahanan pangan ini, diharapkan setiap desa menyampaikan informasi mana kategori sangat rentan dan seterusnya. Dengan klasifikasi satu sampai enam, dan ini tidak keluar dari desil 1,” kata Kang DS usai menghadiri sosialisasi tersebut.

Ia menyebutkan desil 1 ini sudah menggambarkan kategori miskin ekstrem itu, di antaranya masyarakat yang masuk peta ketahanan dan kerentanan pangan.

“Peta ketahanan pangan ini penting untuk data base, yang masuk aplikasi yang sudah disiapkan oleh Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Setelah diketahui dan datanya lengkap, lanjut Kang DS, pemerintah kemudian menganggarkan untuk apa yang harus dilakukan dan kaji.

“Alhamdulillah, selama empat tahun terkahir ini, kita sudah membangun 29.327 rumah melalui program rumah tidak layak huni (rutilahu) dan masih menyisakan sekitar 10.000 unit lagi,” jelasnya.

Ditegaskan oleh Kang DS, data kerentanan pangan ini salah satu bagaimana memberikan perhatian kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

Baca Juga:Simak Sedang Tayang! Ini Link Live Streaming Levante Vs Real Madrid Hari Rabu 24 September 2025Donnaruma Sabet Yashin Trophy 2025 setelah Quadruple bareng PSG, yang Di-notice Malah Man City

“Akhir dari perjuangan itu, bagaimana supaya masyarakat itu tidak rentan pangan lagi. Kita berharap desil satu ini naik kelas, ini yang kita lakukan. Untuk itu, pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Kang DS menyebutkan ada 28 desa di Kabupaten Bandung yang masuk peta kerawanan pangan. Tetapi sebenarnya semua desa juga ada, masyarakat masuk kategori rawan.

Sementara itu, Kepala Dispakan Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan bahwa kegiatan diseminasi hasil FSVA (Food Security and Vulnerability Atlas) Kabupaten Bandung tahun 2025.

0 Komentar