“Koordinasi dan validasi dengan dinas dan pihak terkait di lapangan. Dan hari ini, diseminasi hasil FSVA kepada seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
Dari hasil analisis FSVA Kabupaten Bandung tahun 2025, Uka Suska menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa kecamatan dan desa yang termasuk dalam kategori rentan terhadap kerawanan pangan, terutama karena faktor geografis, aksesibilitas, dan tingkat kemiskinan.
Namun demikian, lanjutnya, ada pula tren positif di beberapa wilayah yang menunjukkan peningkatan ketahanan pangan, sebagai hasil dari intervensi program yang dilakukan secara berkelanjutan.
Baca Juga:Tim Makin ‘OP’! Buruan Klaim Pemain OVR 108-111 Gratis dari Kode Redeem FC Mobile 24 September 2025Harga Mulai Rp400 Ribu, Begini Cara Beli Tiket MotoGP Mandalika 2025 dan Ada Diskon Spesial
“Kami berharap hasil FSVA ini dapat menjadi referensi utama dalam penyusunan kebijakan daerah, perencanaan program lintas sektor, serta penentuan lokasi prioritas intervensi, baik dalam skala daerah maupun melalui dukungan provinsi dan pusat,” sebutnya.
Pada kesempatan ini juga Uka Suska turut melaporkan peran Dispakan dalam mendukung program prioritas nasional. Pertama, dalam rangka mendukung ekosistem percepatan program MBG (Makan Bergizi Gratis), sesuai dengan Tusi.
Dispakan melakukan pengawasan keamanan pangan bahan baku yang digunakan SPPG (Sistem Pelayanan Pemenuhan Gizi) melalui pengujian keamanan pangan rapid test.
Pengawasan penerapan sanitasi higienis di gudang pangan segar SPPG. Sosialisasi dan edukasi keamanan pangan segar. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan protein ikan di 361 SPPG dengan total kebutuhan 81.225 kg/hari, produksi saat ini baru 28.960 kg/hari.
“Kami mohon arahan Bapak Bupati untuk menambah 418 kelompok wirausaha baru sektor perikanan dengan anggaran Rp.6,27 miliar,” harapnya.
Uka Suska mengatakan, Dispakan telah mengintervensi keluarga risiko stunting di 28 desa lokus stunting sebagai bagian dari program konvergensi penanggulangan stunting.
“Kami siap merekomendasikan kerjasama Koperasi Desa Merah Putih dengan Bulog dalam penyediaan bahan pangan strategis. Untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem, koordinasi dengan Dinas Sosial sudah dilaksanakan untuk intervensi masyarakat pada desil 1 dan 2,” ungkapnya.
Baca Juga:Simak Sedang Tayang! Ini Link Live Streaming Levante Vs Real Madrid Hari Rabu 24 September 2025Donnaruma Sabet Yashin Trophy 2025 setelah Quadruple bareng PSG, yang Di-notice Malah Man City
“Dispakan juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mendukung masyarakat terdampak inflasi seperti ojek, becak, kusir delman, dan sopir angkot.” Pungkasnya.
