SMKN 3 Cimahi Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Usai Marak Kasus Keracunan Viral

SMKN 3 Cimahi Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Usai Marak Kasus Keracunan Viral
Sebanyak 1.235 foodtray MBG saat tiba di SMKN 3 Cimahi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus keracunan massal akibat program makan bergizi gratis (MBG) yang sempat viral di sejumlah daerah kini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan orang tua, guru, hingga siswa di Kota Cimahi.

Program pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah ini dianggap krusial, namun juga menyimpan risiko jika tidak disertai pengawasan yang ketat.

Di SMKN 3 Cimahi, pengawasan terhadap penyedia makanan menjadi fokus utama. Setiap hari, sekolah ini mendistribusikan 1.235 foodtray dengan menu yang berganti-ganti.

Baca Juga:Korban Keracunan MBG Capai 301 Orang, Bupati Bandung Barat Jamin Pengobatan Ditanggung PemkabJumlah Korban Keracunan Ayam MBG di Cipongkor Terus Bertambah, Capai 63 Siswa

Wakil Kepala Hubungan Industri dan Masyarakat SMKN 3 Cimahi, Latifah Puji Astuti, menegaskan pihaknya melakukan sejumlah langkah preventif demi memastikan keamanan konsumsi siswa.

“Antisipasi kami lakukan dengan rutin mengunjungi SPPG (Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi). Lokasinya tidak sampai satu kilometer dari sekolah. Itu alasan utama kami memilih yang terdekat, karena potensi kontaminasi saat distribusi jadi lebih kecil,” jelas Latifah kepada Jabar Ekspres saat ditemui di sekolah, Selasa 23/9/25).

Ia menuturkan, sejak awal sekolah sudah selektif menentukan SPPG. Dari sepuluh penyedia yang ada, pihak sekolah memilih mitra yang dinilai paling memenuhi standar.

Hingga hari ke-15 program MBG, Latifah menyebut sudah empat kali pihaknya melakukan kunjungan langsung.

“Kami ingin tahu secara detail bagaimana proses pencucian beras, sayuran, peralatan masak, hingga manajemen dapurnya. Termasuk juga siapa saja pegawai yang bekerja di sana. Kami tanyakan apakah mereka berasal dari lingkungan sekitar, dan bagaimana kondisi kesehatan mereka,” katanya.

Latifah menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi pekerja dapur. Menurutnya, standar ideal seharusnya mencakup tes rektal, paru-paru, hingga hepatitis, sebagaimana prosedur yang diwajibkan bagi siswa SMKN 3 ketika magang di hotel.

“Ini krusial, karena SPPG Citeureup yang memasok ke sekolah kami juga menyuplai lebih dari 4.000 porsi ke lima sekolah lain. Bayangkan jika terjadi keracunan massal. Makanya pengawasan harus dilakukan terus-menerus,” ungkapnya.

Baca Juga:Belasan Siswa SMK di Bandung Barat Keracunan Usai Santap MBG!Mendikdasmen Tegaskan MBG Tetap Berlanjut Meski Banyak Kasus Keracunan Massal, Ini Program Prioritas Presiden!

Di lapangan, pihak sekolah juga menemukan beberapa catatan kecil. Misalnya nasi pernah ditemukan terdapat ulat, sayuran brokoli masih ada hama, hingga buah lengkeng yang busuk.

0 Komentar