JABAR EKSPRES – Kondisi kualitas air Sungai Cibeureum yang melintasi wilayah Kota Cimahi terungkap berada dalam keadaan sangat memprihatinkan.
Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi pada tahun 2024 menunjukkan kadar bakteri Escherichia coli (E-coli) mencapai 10 pangkat 9 atau setara miliaran per satu cc air.
Angka ini jauh melampaui ambang batas normal yang hanya berkisar di angka 10 pangkat 3.
Baca Juga:Nikmati Pemandangan Gunung Tangkuban Perahu Lewat “Mountain Gateway Package” dari ibis Bandung PasteurLewat “A Legacy of Love”, Sun Life Indonesia Gelar Bright Talk Spesial
Kepala Bidang Penaatan Hukum Lingkungan DLH Kota Cimahi, Ario Wibisono, menjelaskan bahwa tingginya pencemaran tersebut dipengaruhi oleh aliran sungai yang melewati berbagai kawasan padat penduduk dan industri.
“Sungai Cibeureum itu berat, karena hulunya ada di Kota Bandung. Kami melakukan pengukuran setelah aliran melewati pemukiman padat di Kota Bandung, lalu masuk ke Cimahi melewati daerah padat di sekitar batas kota, seperti di Cijerah. Setelah itu masuk ke kawasan industri sekitar Kahatex, kemudian baru menyeberang ke Kabupaten Bandung,” ujar Ario kepada Jabar Ekspres, Selasa (23/9/2025).
Menurut Ario, kondisi ini menggambarkan betapa besarnya tingkat pencemaran biologis yang mengancam kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Bisa anda bayangkan, normalnya ada di angka 10 pangkat 3, tapi ini mencapai 10 pangkat 9. Itu berkali-kali lipat. Yang uniknya, kalau cemaran lain biasanya mempengaruhi bau dan warna air, kita cenderung berpikir sungai di Cimahi hitam semua, warnanya pekat. Tapi E-coli form itu berbeda,” terangnya.
Ia menambahkan, kandungan E-coli tidak terlihat secara kasat mata karena merupakan bakteri hidup yang dihitung berdasarkan jumlah koloni dalam setiap satu cc air.
“E-coli itu tidak berwarna, karena dihitung dari jumlah bakteri hidup. Menariknya, aliran Sungai Cimahi ternyata tidak terlalu pekat, tidak berwarna hitam atau cokelat seperti di kabupaten atau kota lain,” jelasnya.
Ario mengungkapkan bahwa di beberapa titik, air Sungai Cibeureum bahkan tampak jernih. Namun, hasil uji laboratorium membuktikan kandungan bakteri tetap sangat tinggi.
Baca Juga:PGN Ajak Jurnalis Naik Taksi BBG dalam Roadshow AJP 2025 Teritori JatimbalinusKapolresta Bandung Resmi Jadi Dewan Penasehat dan Bapak Angkat Komunitas Ojol Samawana Jabar
“Walaupun airnya terlihat bening, tidak bisa dijadikan tolok ukur. Hasil laboratorium tetap menunjukkan pencemaran bakteri yang tinggi. Jadi kalau hanya mengandalkan penglihatan, itu menyesatkan,” tutup Ario. (Mong)
