Untuk diketahui, dalam penerapan target capaian, realisasi fisik tidak menerapkan target 100 persen. Namun untuk seluruh OPD yang memiliki alokasi pembangunan fisik ditetapkan target bervariasi dari 36 persen sampai dengan 80 persen. Tergantung dari besaran anggaran pada tiap OPD tersebut.
Meski begitu, ada dua OPD yang capaian realisasinya hampir mencapai target yang ditetapkan. Di antaranya Dinas Energi Sumber Daya dan Sumber Daya Mineral, Dinas Kelautan dan Perikanan,.
Realisasi belanja daerah Pemprov Jabar tembus di angka Rp 15.655,96 miliar atau 50,38 persen. Dengan realisasi pendapatan di angka Rp14.478,41 miliar atau 46,71 persen. Detail pada info grafis.
Baca Juga:Kemendag Dapat Tambahan Anggaran Rp586 Miliar, Genjot Program Perluasan Pasar hingga UMKM Bisa Ekspor Batalkan Kenaikan Tunjangan DPRD, Jeje Ritchie Pastikan Anggaran untuk Rakyat
Itu berdasarkan data https://djpk.kemenkeu.go.id/. Data itu adalah realisasi APBD sampai dengan September 2025, tapi berdasarkan data yang diterima SIKD per 19 September 2025.
Sementara menurut catatan Sekda Jabar Herman Suryatman, realisasi belanja daerah pada awal September 2025 ini sudah di angka 58,36 persen. Sedangkan untuk pendapatan daerah sudah tembus di angka 65,87 persen.
Meski begitu secara rinci Herman akan memastikan progres dari realisasi tersebut apakah berjalan dengan perencanaan atau masih ada dinas yang masih belum maksimal dalam penyerapan.
“Pastinya perlu saya cek lagi, itu data awal September. Dan sekarang pasti sudah bergeser. Itu tertinggi se Indonesia,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres di Sport Jabar Arcamanik, Jumat (19/9).
Di sisi lain, pada Senin (11/8) lalu, Jawa Barat menduduki posisi teratas dalam realisasi belanja daerah secara nasional. Itu terungkap dari Rapat Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Dalam pertemuan itu, realisasi belanja daerah Jawa Barat hingga 10 Agustus 2025 sudah mencapai 52,08 pesen. Sementara realisasi pendapatan di angka 54 persen.
Herman mengakui penyerapan sempat tersendat. Sehingga butuh percepatan dalam merealisasikan belanja daerah.‘’Pada akhir Juli, realisasi masih berada di angka 45,65 persen. Ini memang kami ada percepatan,” bebernya. (son/yan)
