JABAR EKSPRES – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menghantui wilayah Jawa Barat. Untuk menekan angka pengangguran yang terus mengintai, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar kini fokus mengoptimalkan teknologi, terutama lewat aplikasi pencari kerja.
Merujuk data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan jumlah PHK tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Januari 2025, tercatat 1.657 orang di Jabar mengalami PHK, menempatkan provinsi ini di posisi ketiga nasional. Angka tersebut melonjak pada Februari menjadi 3.862 orang dan mengantarkan Jabar ke posisi kedua. Kemudian pada Maret, meski jumlahnya menurun menjadi 1.288 orang, Jabar justru naik ke posisi pertama dan bertahan hingga Agustus 2025.
Baca Juga:Misi Balas Dendam! Persib Siap Buktikan Kualitas Lawan Lion City di GBLAPSG Tak Lagi Royal, Donnarumma Jadi Korban Kebijakan Baru Manajemen!
Menariknya, pada Agustus jumlah PHK tercatat “hanya” 261 orang, namun tetap membuat Jawa Barat berada di urutan teratas.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Jabar Firman Desa tidak mengelak terkait posisi tersebut. Tapi ia menekankan adanya perbedaan presepsi soal data PHK yang dimaksud.
Ia menguraikan, data yang dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan itu merupakan status PHK dengan definisi yang merujuk pada Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2023. Maknanya, PHK bukan hanya diberikan kepada karyawan yang diberhentikan secara sepihak sebelum habis kontrak.
Namun, status PHK juga disematkan kepada karyawan yang sudah mengalami habis kontrak, pensiun bahkan meninggal dunia. “Ya karena Jabar kan penduduknya banyak. Industri juga besar. Itu juga bisa karena perbedaan persepsi,” cetusnya.
Menurut Firman, meski secara posisi ada di atas tapi secara tren jumlah menunjukkan penurunan. Faktor banyaknya penduduk dan industri di Jabar juga mempengaruhi. Juga karena habisnya kontrak karyawan.
Namun demikian, Disnakertrans tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan terus berupaya menekan pengangguran di masyarakat. Salah satunya dengan mengoptimalkan aplikasi pencarian kerja.
Pihaknya akan mengoptimalisasi penggunaan Gerai Layanan Informasi Ketenagakerjaan (GLIK) yang dimiliki Pemprov Jabar sebagai akses pasar bagi para pencari kerja. Selain itu juga tengah merancang sebuah aplikasi khusus mencari pekerjaan bagi masyarakat.
Baca Juga:PSSI Kirim Surat ke FIFA, Tolak Wasit dari Timur Tengah!Persib Siap Tempur Hadapi Lion City Sailors di ACL Two, Matricardi: Kami Percaya Diri!
Aplikasi tersebut nantinya akan lebih sederhana dari GLIK. “Sebentar lagi akan diluncurkan Pak Gubernur, ” sambungnya. (son)
