JABAR EKSPRES – Aksi unik sekaligus menyindir dilakukan warga Kampung Manoko, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Sejumlah warga sekitar menanam pohon pisang di tengah jalan rusak sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang dianggap abai.
Aksi ini dilakukan sejak Minggu (14/9), warga menilai jalan yang menjadi akses penting bagi mereka sudah lebih dari lima tahun tidak tersentuh perbaikan. Lubang menganga di sepanjang jalan membuat kondisi semakin membahayakan pengguna kendaraan.
Baca Juga:Mendorong Perubahan dari Lingkungan RT: ISWMP Ajak Kabupaten Bandung Barat Memilah Dari SumberGelontorkan Rp65,5 Miliar, BSI Fasilitasi Mahasiwa Unggulan Daerah Masuk Kampus Top Indonesia
“Jalan ini sejak tahun 2018 belum pernah perbaikan. Sudah rusak parah, lubang di mana-mana, makanya warga kesal tanam pohon pisang dari kemarin,” ujar Andi (60), warga Kampung Binahurip, Desa Cikahuripan, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut membentang hingga melintasi tiga RW. Akibatnya, warga setempat akhirnya sepakat melakukan aksi protes secara kompak dengan cara menanam pohon pisang.
“Sudah banyak yang celaka terutama pemotor. Kami berharap pemerintah daerah perhatiin, bupati turun lihat kondisi ini, jalan dibeton supaya enggak gampang rusak,” tambahnya.
Ketua RW 3 Kampung Manoko, Ujang Rukmana, menegaskan aksi ini merupakan puncak kekesalan warga. Ia menyebut, jalan tersebut berstatus jalan kabupaten, namun perbaikan terakhir dilakukan tujuh tahun lalu saat kepemimpinan Bupati Abubakar.
“Ini kan statusnya jalan kabupaten, tapi tidak ada perhatian dari pemerintah kabupaten. Terakhir diperbaiki tahun 2018 saat Bupati Abubakar,” ungkapnya.
Ujang menjelaskan, warga bahkan sudah berupaya memperbaiki jalan secara swadaya. Pada tahun 2022 dan 2023, masyarakat menggalang dana untuk menambal dan mengecor jalan. Total dana yang terkumpul mencapai Rp86 juta pada 2022 dan Rp36 juta pada 2023.
Uang tersebut, lanjut dia, dipakai untuk menambal lubang di sepanjang satu kilometer serta melakukan pengecoran dan pelebaran jalan.
Baca Juga:Putra 2 BPK Penabur Bandung Amankan Kemenangan di DBL Bandung 2025, Usai Dua Kali Overtime
“Itu semua kami kerjakan secara swadaya dan gotong royong. Sekarang warga tidak sanggup kalau penggalangan dana lagi karena ekonomi lagi susah, makanya berharap pemda turun tangan,” katanya.
Selain menjadi jalur utama warga, jalan Kampung Pojok-Manoko-Mandarin juga berfungsi sebagai jalur alternatif dari Parongpong menuju Lembang.
“Jalur ini kerap dipakai ketika terjadi longsor di sekitar Jalan Kolonel Masturi. Karena itu, perbaikan jalan dinilai mendesak agar mobilitas masyarakat tidak terganggu,” tambahnya.
