Eliano memang tak mencetak gol. Ia juga tak mencatat assist. Tapi kehadirannya di lapangan memberi kesegaran. Ia menutup ruang yang mulai longgar, menambah intensitas di sisi kiri, dan membantu Persib menjaga keunggulan hingga akhir.
Saat peluit panjang berbunyi, bobotoh berdiri memberi tepuk tangan. Sebagian belum hapal namanya. Tapi mereka tahu, pemain nomor baru ini punya semangat yang cocok dengan karakter Maung Bandung: gigih, tenang, dan tak mudah menyerah.
Debut Eliano mungkin hanya 30 menit. Tapi bagi seorang pemain asing yang datang ke negeri baru, itu lebih dari sekadar waktu bermain. Itu adalah momen pembuktian. Dan Eliano melaluinya dengan baik.
Baca Juga:PT GAG Nikel Kembali Beroperasi, Penyelesaian Tambang di Raja Ampat Hanya Omon-Omon?Menkeu Tarik Rp200 Triliun dari BI untuk Suntikan Dana Himbara, Solusi Percepat Perputaran Ekonomi?
Kini ia bersiap untuk pertandingan selanjutnya. Tantangan akan makin besar, terutama di kompetisi Asia. Tapi satu hal sudah jelas: Persib tidak hanya mendapatkan pemain baru, tapi juga karakter baru.
Dan untuk Eliano Reijnders, Bandung bukan sekadar persinggahan. Ini adalah awal dari babak penting dalam kariernya. (Dam)
