JABAR EKSPRES – Alit Romlah (62) tidak pernah menyangka akan menjadi bagian dari Perlindungan Masyarakat (Linmas) di usianya yang sudah memasuki senja. Tinggal di Kampung Sariinten, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, ia kini menjadi satu-satunya Linmas perempuan di wilayahnya.
Keputusan itu diambil sekitar setahun lalu. Alit melihat masih ada ruang bagi dirinya bermanfaat untuk masyarakat meski usia tak lagi muda.
“Alhamdulillah, meski perempuan dan sudah lansia, saya tetap dilibatkan dan diterima sebagai Linmas. Tidak ada masalah, yang penting bisa membantu masyarakat,” ujarnya dengan senyum hangat saat ditemui di Pos Linmas Desa Ciomas Rahayu, Kamis (11/9/2025).
Baca Juga:Eva Rudy Susmanto Dorong Digitalisasi PKK dan Gerakan Menanam Pohon di Kabupaten BogorBupati Bogor Tinjau Proyek Strategis Nasional Bendungan Cibeet dan Cijurey
Di Desa Ciomas Rahayu, terdapat 10 anggota Linmas yang bertugas secara bergiliran dengan sistem piket, setiap harinya ada dua anggota yang bertugas.
Satu orang mendapat giliran siang dengan jam kerja mengikuti kantor desa, yakni pukul 08.00 hingga 18.00 WIB dari Senin hingga Jumat.
Selain itu, satu anggota lainnya bertugas malam hari. Mereka berkeliling kampung untuk patroli, lalu kembali berjaga di Pos Linmas di kantor desa hingga subuh jika situasi aman dan kondusif.
Meski begitu, kewajiban Linmas tidak berhenti hanya pada hari piket. Jika ada acara desa seperti peringatan 17 Agustus, hari besar nasional, kebencanaan, acara warga sekitar, hingga rapat malam, anggota Linmas tetap harus hadir.
“Kami pasti selalu patroli malam hari, tapi kalau ini biasanya Linmas cowok untuk menjaga keamanan desa. Kalau ada kegiatan lainnya atau instruksi dari Kepala Desa, kami juga pasti siap turun meski di luar jam kerja,” tambah Alit.
Patroli malam ini pun membuat warga sekitar merasa lebih tenang. Warga juga sering menjadikan Linmas sebagai tempat pertama melapor jika terdapat masalah di lingkungan perumahan mereka.
Dengan segala tanggung jawab itu, Alit dan rekan-rekannya hanya menerima insentif Rp300 ribu per bulan dari pemerintah desa.
Baca Juga:Tindaklanjuti Dugaan Gratifikasi Libatkan Kades Cikuda, Polres Bogor Sita Sejumlah Dokumen Kantor DesaBupati Bogor Resmikan Monumen Perjuangan Jonggol, Kenang Jasa Mayor Oking
Jumlah itu tentu jauh dari cukup, apalagi sebagian anggota Linmas juga harus bekerja di tempat lain demi kebutuhan rumah tangga. Namun bagi Alit, pengabdian tidak selalu soal uang.
