JABAR EKSPRES – Program Pendidikan Kedisiplinan bagi siswa SMP resmi ditutup di Pusdikjas, Cimahi. Kegiatan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Cimahi ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk Kepala SMP PGRI 1 Cimahi, Ahmad Sidiq.
Menurut Ahmad, program yang berlangsung selama tiga hari tersebut meskipun singkat, berhasil memberikan pengaruh positif dalam membentuk karakter dasar siswa.
“Sebetulnya tiga hari tidak mencukupi, tetapi minimal bisa membentuk permukaan karakter dulu. Insya Allah, setelah pulang dari sini, anak-anak akan kami jadikan sebagai duta disiplin di sekolah,” ungkapnya pada Jabar Ekspres usai penutupan PKS di Pusdikjas Cimahi, Rabu (10/9/25).
Baca Juga:DPR Minta Mabes TNI Jelaskan Dugaan Tindak Pidana Ferry Irwandi: Jangan Sampai Langgar Putusan MKDi Ujung Karier, Messi Masih Menimbang Piala Dunia Terakhir
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bersifat pembinaan, bukan pelatihan atau Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), sehingga peserta yang dikirim adalah siswa yang membutuhkan penguatan disiplin lebih intensif.
“Sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah, kami hanya bisa mengirim empat siswa. Mereka dipilih berdasarkan hasil seleksi dan catatan dari guru BK, sehingga yang paling membutuhkan pembinaan lah yang berangkat,” jelas Ahmad.
Ahmad menegaskan bahwa berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, siswa cenderung kembali ke kebiasaan lama jika tidak mendapat pemantauan lanjutan. Untuk itu, sekolah berkomitmen menugaskan para peserta program sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah.
“Dengan begitu, mereka bisa menjadi contoh bagi teman-temannya, sehingga disiplin bisa lebih mengakar di lingkungan sekolah,” tuturnya.
Lebih dari sekadar kemampuan teknis, sekolah memfokuskan penilaian pada aspek sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama antar siswa.
“Keterampilan adalah bonus, tapi yang utama adalah pembentukan karakter. Itulah yang akan kami munculkan dan eksplor lebih jauh di sekolah,” ujar Ahmad.
Sebagai bentuk tindak lanjut, para siswa yang telah mengikuti pembinaan akan diperkenalkan secara resmi di hadapan seluruh siswa. Langkah ini dilakukan agar mereka dapat menjadi figur panutan di kelas masing-masing.
Baca Juga:Ronaldo Samai Rekor Dunia, Selangkah Lagi Menuju 1.000 Gol!Ketika Utang Menjadi Jerat Mental, Psikolog Buka Suara soal Tragedi Ibu dan Dua Anak di Bandung
Ahmad juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pendidikan karakter.
“Mendidik anak itu butuh kerja sama semua pihak, istilahnya butuh orang sekampung. Sinergi dengan berbagai instansi, baik TNI, kelurahan, maupun dinas sosial, sangat diperlukan,” katanya.
