Wakil Wali Kota Bandung Sesalkan Penanganan Korban Salah Sasaran Begal yang Terlambat di RSUD Ujungberung

Wakil Wali Kota Bandung Sesalkan Penanganan Korban Salah Sasaran Begal yang Terlambat di RSUD Ujungberung
Suasana di depan RSUD Kota Bandung, Ujungberung, belum lama ini. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyoroti secara serius insiden keterlambatan penanganan terhadap seorang korban salah sasaran begal yang harus menunggu hingga tiga jam untuk mendapat pertolongan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujungberung.

Dalam pernyataannya, Erwin mengaku prihatin sekaligus menegaskan pentingnya sikap humanis dari seluruh jajaran fasilitas kesehatan di Kota Bandung.

“Ini menjadi contoh buat semua. Contoh juga buat kita, buat rumah sakit. Emang sudah perlu lebih hati-hati,” ujar Erwin saat ditemui di SMPN 45 Kota Bandung, Selasa (9/9).

Baca Juga:Kadin Pastikan Dapur SPPG Menyebar Merata, dari Kota hingga Pelosok Kabupaten BandungPakan Satwa Bandung Zoo Masih Tercukupi, Tapi Masa Depan Masih Menggantung

Menurutnya, rumah sakit sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, terutama dalam menangani kasus gawat darurat.

Ia mengaku sudah memberi instruksi jelas kepada seluruh rumah sakit di wilayah Bandung agar tidak menolak pasien dalam kondisi darurat, apalagi yang datang dalam kondisi luka serius.

“Saya sudah bilang ke seluruh rumah sakit, kalau ada siapapun yang datang, warga Kota Bandung, warga manapun, terima dulu. Langsung diterima, jangan ada yang ditolak,” tegasnya.

“Karena kita ini manusia, perlu memanusiakan manusia. Jadi siapapun datang perlu diterima.” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Erwin menyampaikan rencana untuk mengunjungi langsung korban yang saat ini masih dalam perawatan medis. Selain itu, ia juga akan menyambangi RSUD Ujungberung untuk berdialog dengan pihak rumah sakit dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Saya sekarang, Insyaallah, rencana hari ini atau besok mau ke korban, juga ke rumah sakit. Ini perlu diluruskan,” ujarnya.

Erwin menekankan bahwa bukan hanya tenaga medis yang perlu dibekali dengan pelatihan mengenai penanganan pasien darurat, tetapi juga seluruh elemen pendukung di lingkungan rumah sakit, termasuk petugas keamanan.

Baca Juga:TGAA Lembang Hadirkan Museum Lotus, Perpaduan Sejarah dan AI Pertama di BandungKetika Utang Menjadi Jerat Mental, Psikolog Buka Suara soal Tragedi Ibu dan Dua Anak di Bandung

“Makanya ini perlu edukasi, perlu pelatihan juga mungkin untuk para satpam, untuk para yang ada di rumah sakit juga seperti itu,” ucapnya.

Sebagai wakil pemimpin daerah, Erwin mengaku siap memperjuangkan perbaikan sistem dan memastikan kejadian ini tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari. (Dam)

0 Komentar