Update Korban Reruntuhan Majelis Taklim As-Shobiyah Ciomas: 4 Meninggal, 12 Masih Dirawat 

Update Korban Reruntuhan Majelis Taklim As-Shobiyah Ciomas: 4 Meninggal, 12 Masih Dirawat 
Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, saat menjelaskan update terakhir terkait korban runtuhnya Majelis Taklim As-Shobiyah di Ciomas Kabupaten Bogor, Selasa (9/9/2025). Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan korban reruntuhan bangunan majelis taklim As-Shobiyah, Ciomas, Kabupaten Bogor. Hingga Selasa (9/9/2025), tercatat ada 12 pasien yang masih dirawat di RSUD Kota Bogor.

“Tadi pagi masih ada 10, kemudian bertambah dua orang lagi, jadi sekarang ada 12 korban yang kami tangani,” ujar Ilham.

Dari jumlah tersebut, tiga pasien dalam kondisi berat dengan cedera kepala serius dan patah tulang multiple (fraktur). Sementara pasien lain mengalami trauma sedang dan masih menjalani observasi serta pemeriksaan lanjutan seperti CT Scan dan rontgen.

Baca Juga:Lewat AyoKerjo Jateng, Gubernur Siapkan Beragam Lowongan Kerja Lulusan SMA-D2 Periode September-OktoberPerayaan HUT ke-24 Partai Demokrat di DPC Kota Bandung, Berlangsung Sederhana dan Khidmat

Salah satu pasien yang mendapat perhatian khusus adalah anak berusia dua setengah tahun yang kini dirawat di ICU. Anak tersebut sudah menjalani operasi kraniotomi untuk mengatasi pendarahan di kepala.

“Kami mohon doanya, mudah-mudahan kondisinya bisa membaik,” katanya.

Selain itu, terdapat tiga korban lainnya dengan trauma berat yang harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, terutama terkait dugaan pendarahan organ dalam.

Ilham menjelaskan, mayoritas korban adalah perempuan berusia 30 hingga 55 tahun, dengan dua di antaranya anak-anak. Menurutnya, banyaknya korban perempuan kemungkinan besar karena antusiasme warga menghadiri acara peringatan Maulid Nabi di majelis taklim tersebut.

“Rata-rata ibu-ibu yang hadir, mungkin karena euforia perayaan maulid, jadi jumlahnya cukup banyak,” pungkasnya.

Sebelumnya, insiden robohnya bangunan majelis taklim As-Shobiyah terjadi pada Minggu (7/9/2025) pagi, saat ratusan jamaah perempuan mengikuti peringatan Maulid Nabi. Peristiwa itu pun mengakibatkan puluhan orang luka-luka dan setidaknya empat orang meninggal dunia.

Sejumlah pejabat pun turun langsung untuk meninjau kondisi korban, di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan yang sempat menjenguk para pasien di RSUD Kota Bogor. Bupati Bogor, Rudy Susmanto juga hadir langsung ke lokasi kejadian pada hari Minggu untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat.

Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyatakan siap membantu biaya perawatan korban secara penuh. Dengan demikian, pasien dan keluarga tidak perlu khawatir terkait pembiayaan medis yang sedang dijalani.

0 Komentar