Tak Ingin Terulang, Erwin Siapkan Langkah Tegas Evaluasi RSUD Kota Bandung

Suasana di dalam RSUD Kota Bandung, Ujungberung, belum lama ini. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Suasana di dalam RSUD Kota Bandung, Ujungberung, belum lama ini. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menyusul keprihatinan mendalam terhadap lambannya penanganan korban salah sasaran begal di RSUD Ujungberung, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan rumah sakit tersebut.

Erwin mengatakan bahwa perbaikan harus dimulai dari akar permasalahan yang mencakup pelayanan, tenaga medis, hingga pola dan sistem kerja rumah sakit. Ia mengaku bahwa sebagai pejabat yang baru menjabat selama beberapa bulan, evaluasi terhadap kinerja RSUD menjadi agenda penting yang akan segera dilakukan.

“Ya ini kalau emang kita benahi dulu rumah sakit ini, dari mulai pelayanan, dari mulai dokter-dokternya, dari mulai pola sistemnya seperti apa perlu kita benahi. Kita baru 6 bulan, 7 bulan sekarang, kita perlu evaluasi terkait rumah sakit ini,” tegas Erwin, Selasa (9/9).

Baca Juga:Biar Kulit Halus Lagi, Ini 7 Cara Sederhana Atasi Pori-Pori MembandelMerefleksikan Tema Haornas 2025 ‘Olahraga Satukan Kita’ ala DBL Indonesia

Langkah ini disebut sebagai upaya preventif agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang, sekaligus sebagai bentuk refleksi untuk mendorong transformasi pelayanan kesehatan di Kota Bandung.

“Nah kita benahi dulu. Kalau emang belum dibenahi ya nggak akan benar. Makanya kita mulai dari mulai sistem semua yang ada di rumah sakit perlu kita benahi semua,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan rencana Pemkot Bandung untuk memanggil jajaran manajemen RSUD Ujungberung, termasuk direktur dan staf yang bertanggung jawab, guna dilakukan evaluasi kinerja dan klarifikasi terkait prosedur yang dijalankan saat kejadian berlangsung.

“Mungkin nanti diundang direktur maupun staf di rumah sakit ini, perlu kita evaluasi,” ungkapnya.

Evaluasi ini tidak hanya akan menyoroti sisi teknis medis, tetapi juga aspek pelayanan publik, komunikasi antar petugas, hingga etika penanganan pasien dalam kondisi darurat.

Erwin memastikan bahwa hasil dari evaluasi tersebut akan dijadikan dasar dalam mengambil langkah korektif dan memperkuat sistem layanan kesehatan di seluruh rumah sakit milik Pemkot Bandung. Ia berharap semua pihak, termasuk tenaga kesehatan, petugas keamanan, dan administrasi, dapat menjadikan insiden ini sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbaiki diri.

“Kita ini manusia, perlu memanusiakan manusia. Jadi siapapun datang perlu diterima,” pungkasnya. (Dam)

0 Komentar