2. Pilih Penyalur Kredit
- Bank penyalur resmi meliputi: BRI, BTN, BNI, Mandiri, serta koperasi dan lembaga pembiayaan swasta.
- Beberapa bank daerah seperti Bank BJB juga ikut menyalurkan.
3. Ajukan Permohonan
Isi formulir pengajuan, lampirkan dokumen, lalu tunggu verifikasi data oleh bank.
4. Verifikasi & Penilaian
Bank akan mengecek kelayakan usaha atau tujuan pembiayaan, termasuk kunjungan lapangan.
5. Pencairan Dana
Dana dicairkan sekaligus, bertahap, atau revolving sesuai kesepakatan, dan langsung dialokasikan untuk pembelian tanah, material, atau pembayaran rumah.
Baca Juga:Kumpulan Prompt Gemini AI Miniatur Terkeren yang Bisa Kamu Gunakan, Tinggal ComotSiap-siap! Beasiswa Training Guru ke Jepang 2025 Segera Dibuka, Begini Syarat dan Cara Daftarnya
Plafon, Tenor, dan Skema Bunga
Untuk Penyediaan Rumah (Supply)
- Plafon: Rp500 juta – Rp5 miliar per pencairan (akumulasi Rp20–25 miliar).
- Tenor: Modal kerja 4 tahun, investasi 5 tahun (bisa diperpanjang hingga 7 tahun).
- Bunga: Disubsidi 5% pemerintah → debitur hanya menanggung selisih.
Untuk Permintaan Rumah (Demand)
- Plafon: Rp10 juta – Rp500 juta.
- Tenor: Maksimal 5 tahun.
- Bunga: Bersubsidi 10% untuk UMKM mikro & 5% untuk UMKM kecil. Efektif sekitar 6–9% per tahun.
Program KUR Perumahan 2025 bukan hanya membantu masyarakat memiliki rumah dengan bunga ringan, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor properti di Indonesia.
Dengan skema subsidi bunga dan plafon pinjaman besar, program ini menjadi peluang emas baik bagi pengembang maupun masyarakat umum yang ingin mewujudkan hunian impian.
